Mukhtarudin: Perekonomian Nasional Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi 2023

Indikasi Mobilitas Masyarakat Yang Semakin Pulih
Respons tersebut di sampaikan Margo Yuwono di tandai dengan meningkatnya realisasi penyaluran perlindungan sosial sebesar 12,46 persen secara year on year dan subsidi energi, BBM sebesar 111,96 persen.
Di sampaikannya, jika respons pemerintah telah berhasil mempertahankan daya beli masyarakat, sehingga dapat menopang konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
Selain faktor tersebut, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 juga di topang oleh peningkatan aktivitas masyarakat yang sempat tertahan oleh kebijakan PPKM selama masa pandemi covid kemarin. Peningkatan aktivitas masyarakat tercermin dari kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh 10.764,29 persen secara year on year.
“Catatan dari domestik, kita lihat indikasi mobilitas masyarakat yang semakin pulih di bandingkan dengan kuartal III 2021. Ini di tandai dengan perkembangan jumlah wisman yang tumbuh 10.746,29 persen secara year on year,” bebernya.
Sedangkan faktor ketiga adalah kinerja ekspor. “Di mana dapat Kita lihat neraca dagang RI surplus US$14,92 miliar, tumbuh 12,58 persen (yoy). Jika di perhatikan, surplus tersebut dari beberapa komoditas unggulan, seperti batu bara US$13,31 miliar, kelapa sawit ekspornya capai US$8,95 miliar, besi baja ekspor US$6,38 miliar,” sebut Margo Yuwono. (pra)




