Munculnya kasus DBD di Palangka Raya, DPRD Dorong Kesadaran Warga Jaga Lingkungan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palangka Raya kembali menjadi perhatian setelah tercatat sebanyak 16 kasus muncul pada awal 2026. Kondisi ini menegaskan Palangka Raya masih menjadi wilayah endemik DBD yang hampir setiap tahun mengalami peningkatan kasus.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai persoalan DBD bukan semata-mata dapat ditangani melalui tindakan teknis seperti fogging, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, pemetaan wilayah endemik DBD di Palangka Raya sebenarnya sudah dilakukan, sehingga langkah antisipasi dapat lebih terarah.
Ia menekankan kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD.
“Kalau lingkungan bersih dan terjaga, potensi munculnya DBD bisa ditekan. Karena penyakit ini hampir setiap tahun muncul di Palangka Raya, sehingga kesadaran masyarakat menjadi faktor yang paling utama,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Lebih lanjut, DPRD mendorong Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya untuk terus melakukan langkah cepat dalam penanganan kasus, termasuk penelusuran lokasi munculnya DBD.
Upaya ini penting untuk memastikan sumber penularan, apakah berasal dari wilayah setempat atau merupakan kasus bawaan dari luar daerah. Selain tindakan lapangan, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.
Penyadaran kolektif terkait pola hidup bersih dan sehat diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga agar tidak hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi juga aktif melakukan pencegahan secara mandiri.
“Harapannya masyarakat sudah punya kesadaran terkait masalah DBD. Karena ini bukan hanya sekali ini saja, tapi hampir setiap tahun kasus tersebut muncul” tambahnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan partisipasi masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Kota Palangka Raya dapat ditekan dan tidak meluas, sehingga angka kasus ke depan dapat diminimalisasi.(bam)



