
NANGA BULIK, kalteng.co-Tensi politik di Lamandau memanas pada penghujung masa tenang atau sehari menjelang pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng. Terjadi ketegangan antara dua tokoh politik dari wilayah barat, yakni antara Marukan Hendrik dan Hendra Lesmana. Bahkan, keduanya saling lapor ke pihak berwajib atas dugaan kasus penganiayaan dan pencemaran nama baik.
Marukan Hendrik yang merupakan mantan Bupati Lamandau dan juga ketua tim pemenang paslon nomor urut 01 Kabupaten Lamandau, melaporkan Bupati Lamandau H Hendra Lesmana ke Polres Lamandau atas dugaan kekerasan terhadap tim pemenangan paslon 01.
“Pak H Hendra datang langsung memukul orang-orang yang ada di lapangan tersebut,” kata Marukan dalam keterangan persnya yang diterima Kalteng Pos, Selasa (08/12/2020).
Tidak terima disebut melakukan kekerasan, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan, permasalahan pemukulan tersebut dilatarbelakangi atas tuduhan pihak tim sukses paslon nomor urut 01 Kabupaten Lamandau yang menuding Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mendalangai pembagian sembako di masa tenang pilkada serentak.
“Saya juga saat ini (kemarin) sedang menyiapkan laporan balik terhadap Marukan Hendrik atas dugaaan pencemaran nama baik, karena dia sudah menuduh saya melakukan money politik,” tegasnya. (lan/ala)
(BERITA LENGKAPNYA SILAHKAN BACA DI KORAN KALTENG, EDISI RABU, 9 DESEMBER 2020)



