Pemerintah Dorong Pertamina PNE Jadi Pemain Utama Energi Hijau, Ini Targetnya

Pertamina NRE Bersama Holding
Pada bagian lain, Pemerintah telah mengesahkan target baru yang di dominasi oleh energi hijau di dalamRencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dalam upaya untuk mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, serta Rencana Umum Ketenagalistrikan 2019-2038 yang menargetkan bauran energi sebesar 28 persen pada 2038 dan 31 persen pada 2050.
Sedangkan untuk pemenuhan target EV Ecosystem. Pertamina melalui Pertamina NRE bersama holding perusahaan tambang pemerintah MIND ID. PT Aneka Tambang, dan PT PLN tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC).
Perusahaan ini di fokuskan untuk bergerak di industri baterai dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaan baterai untuk kendaraan listrik, stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan ekosistem pendukung lainnya. Kolaborasi ini di harapkan bisa mendorong transisi di sektor transportasi, dari BBM fosil ke kendaraan listrik.
Dalam rangka mewujudkan transisi energi yang di mulai dari halaman sendiri. Pertamina NRE telah melakukan kolaborasi dengan sub-holding lain ataupun afiliasi Pertamina lainnya untuk menyediakan sumber energi hijau. Pertamina NRE sudah mengoperasikan PLTS Badak dengan kapasitas 4 MW (2019). Selain itu, masih ada PLTS Dumai berkapasitas 2 MW, PLTS Cilacap 1,34 MW, PLTS Atap di 141 SPBU.
Di samping mengembangkan di halaman sendiri. Pertamina NRE juga mendukung program pemerintah yakni Green Industry Cluster dengan membangun PLTS di Kawasan Sei Mangkei 2 MW. PLTBg Sei Mangkei 2,4 MW. Dan melakukan layanan operation and maintenance di PLTBg Kwala sawit dan Pagar Merbau 2 MW.
Bekerjasama dengan BPPT, Pertamina NRE juga sedang dalam tahap finalisasi pembangunan PLTP Binary. Di Tomohon, Sulawesi Utara sebagai proyek percontohan PLTP skala kecil.(tur)




