Pemprov Kalteng Perkuat Hilirisasi Perikanan untuk Dorong Ekonomi Berbasis Lingkungan

UPT PP Kumai Memiliki Kuota BBM Jenis Bio Solar Sebanyak 70 Kiloliter Per Bulan
Produksi ikan yang di daratkan di pelabuhan ini cukup beragam, meliputi Tenggiri, Tongkol, Bawal Hitam, Talang-talang, Manyung, dan berbagai jenis ikan lainnya. Rata-rata produksi tangkapan mencapai puluhan ton per bulan, tergantung musim.
Salah satu aspek krusial bagi nelayan adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Untuk mendukung operasional mereka, UPT PP Kumai memiliki kuota BBM jenis Bio Solar sebanyak 70 kiloliter per bulan. Distribusi BBM ini di lakukan melalui kerja sama dengan Koperasi LEPP-M3 guna memastikan pasokan tetap tersedia dan tepat sasaran bagi nelayan di wilayah Kotawaringin Barat.
Selain BBM, ketersediaan es menjadi faktor penting untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan. UPT PP Kumai telah di lengkapi dengan fasilitas pabrik es berkapasitas 5 ton x 2 unit, cold storage berkapasitas 10 ton, serta Air Blast Freezer (ABF) dengan kapasitas 3 ton. Dengan infrastruktur ini, di harapkan nelayan dapat meningkatkan kualitas hasil tangkapan mereka dan memperpanjang daya simpan ikan sebelum didistribusikan ke pasar.
“Keberadaan fasilitas yang memadai sangat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas mereka. Dengan layanan yang optimal, nelayan dapat lebih fokus pada kegiatan penangkapan ikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mereka,” pungkas Darliansjah.
Dengan berbagai upaya ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dis lutkan terus berkomitmen untuk mendorong sektor perikanan tangkap agar semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi berbasis lingkungan di Kalimantan Tengah. (pra)
EDITOR : TOPAN



