
Kota Palangka Raya Akan Menjadi Percontohan
Pada saat bersamaan, Kusin, salah seorang warga mencoba mendaftar di website dengan meminta bantuan pihak SPBU dan ternyata gagal. Dia mengaku bahwa mendapatkan informasi terkait pendaftaran ini dari televisi dan media sosial Facebook. “Gak bisa daftar hari ini. Untuk tahu informasi ini, karena tadi lihat di TV dan Facebook, saya langsung ke SPBU karena takut nanti setelah di terapkan saya akan susah mengisi bahan bakar khususnya yang subsidi,” ucapnya.
Di tempat berbeda, Susanto August Satria, selaku Area Manager Communication & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menyampaikan, terkait kendala yang di hadapi oleh warga Palangka Raya yang tak bisa mendaftar akan segera di laporkan ke pusat. “Kami akan melaporkan kepada pusat untuk menindaklanjuti agar proses pendaftaran bisa dengan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, rencananya, Kota Palangka Raya memang akan menjadi percontohan untuk penerapan program tersebut. “Akan kami evaluasi agar bisa nantijya kami terapkan di kota atau kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Untuk saat ini, lanjutnya, penerapan pendaftan tersebut hanya untuk roda empat. Untuk roda dua belum di terapkan dan belum perlu mendaftar di website pendaftaran. “Terkait pengguna roda dua itu akan kami lakukan evaluasi dulu yang ada, karena penerapan perlu bertahap untuk semua,” jelasnya.
Dia menegaskan, bagi warga yang nantinya sudah melakukan pendaftaran subsiditepat Mypertamina ini belum tentu semuanya bisa terverifikasi. Pasalnya Pertamina berusaha enyalurkan BBM bersubsidi ke orang yang tepat. “Nantinya kami akan berkerja sama dengan pemko untuk memverifikasi apakah pendaftar terseut berhak mendapatkan BBM bersubsidi atau tidak,” ungkapnya. (irj/uni)




