
Lebih lanjut ia mengatakan, agenda lain yang akan dilakukan di Papua, yakni turut menghadiri peresmian gedung Kantor DPW NasDem Papua di Sentani, melakukan tatap muka bersama tokoh adat, tokoh agama, Paguyuban dan tokoh perempuan dan akan mengunjungi Pasar Mama-mama Papua.
“Nanti selain kader partai, akan ada banyak relawan Anies Baswedan hadir. Tentunya bersama para kader ikut berbaur dalam setiap kegiatan,” jelasnya.
Sementara itu, rencana kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Papua (Kota dan Kabupaten Jayapura) pada 8-9 Desember bakal mendapat sedikit halangan dari sejumlah elemen adat yang mengatasnamakan Masyarakat Adat Tabi-Saireri.
Penolakan kunjungan Anies Baswedan Ke Papua dalam karena dinilai akan membawa permainan politik identitas ke Papua.
Adapun pernyataan sikap dari Masyarakat Adat Tabi-Saireri ini adalah masyarakat Tabi-Saireiri mendesak agar Anies Baswedan membatalkan rencananya ke Papua karena dapat membuat gaduh.
“Kami masyarakat Tabi Sarieri cinta damai dan menolak adanya permainan politik identitas yang dapat memicu konflik seperti di Jakarta. Kami masyarakat Tabi Saireri menolak dimanfaatkan sebagai komoditi,” tegas Masyarakat Adat Tabi-Saireri, Saat jumpa pers dengan wartawan di Kotaraja, Rabu, (7/12/2022).
Tokoh Pemuda Adat Saireri yang juga sebagai Kepala Polisi Adat LMA Papua Maikel Sineri dasar penolakan mereka atas kunjungan Anies Baswedan, karena melihat track record politik dari Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang selalu memainkan politik identitas untuk memenangkan konstestasi pemilu.



