BeritaNASIONALPOLITIKA

Perayaan Natal Bersama NasDem Papua, Bakal Dihadiri Anies Baswedan dan Surya Paloh

Sehingga melihat hal itu merekapun menilai bahwa kunjungan Anies Baswedan ke Papua salah satunya bagian dari politik praktis. “Landasan dari pada ponolakan ini karena Papua, tanah damai. Kami tahu track record dari Anies Baswedan, sehingga kami minta agar politik yang ia mainkan di Jakarta tidak boleh terjadi di Papua,” tegasnya.

“Jangan bikin kegaduhan di Tanah Papua karena di Papua hidup saling bergandengan tangan antar suku, agama maupun ras sangat terjalin baik,” ungkapnya.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Sementara, Paul Ohee selaku Tokoh Pemuda Adat Tabi menyampaikan masyarakat yang ada di Papua tidak menginginkan politik identtias terjadi karena akan merusak tatanan kebangsaan.

“Politik identitas itu tidak mencerminkan toleransi yang kita jaga selama ini, Tanah Papua selalu damai, kita tidak ingin ada pihak yang merusak keberagaman yang ada di Papua,”ungkap Paul.

Yeri Hamadi selaku Tokoh Pemuda Adat Tabi  juga dengan tegas mengatakan tidak ada permainan politik praktis di Papua, karena kebersamaan yang telah dijaga selama ini telah membawa Papua damai hingga saat ini. 

“Jangan ada yang ingin menghancurkan keberagaman di Tanah Papua, apalagi poltiik identitas karena Papua tanah Damai,” tegas Yeri.

Ia pun mengharapkan agar kunjungan Anies Baswedan di Papua tidak untuk menjadikan Papua sebagai ladang untuk permainan poltik praktisnya. “Kami harap agar masyarakat di Papua selalu menjaga kebersamaan yang telah kita jalani selama ini, karena tanah Papua ini tanah Damai,” harap Yeri.

Sekretaris Gereja Kemah Injil Masehi Indonesia di Provinsi Papua Pdt Dr. Yones Wenda menyampaikan apresiasi atas pernyataan sikap dari masyarakat Adat Tabi-Saireri.

“Kami sebagai tokoh Agama Papua sangat senang dan menukung penolakan dari Masyarakat Adat Tabi-Saireri atas kunjungan Anies Baswedan di Papua. Karena yang berhak di Tanah Papua ini hanya tokoh pemuda Tabi-Saireri,” tandasnya

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button