BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGHukum Dan KriminalPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M. Reza Prabowo Dukung Penuh Pembangunan Posko Terpadu GDAN sebagai Benteng Generasi Muda

‎PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pembangunan Sekretariat dan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) di Jalan Rindang Banua, Ujung Kampung Puntun, Kota Palangka Raya, mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, yang menilai keberadaan posko tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah.

‎Peletakan batu pertama pembangunan Posko Terpadu GDAN dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) dan dihadiri sejumlah unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pegiat anti narkoba. Kehadiran posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dan gerakan bersama dalam memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Gambar Kiri Gambar Kanan

‎Menanggapi pembangunan posko tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai upaya yang bertujuan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. ‎Menurut Reza, perang melawan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

‎”Saya menyambut baik pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba sebagai bentuk komitmen bersama dalam melindungi generasi muda Kalimantan Tengah. Narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan anak-anak kita, sehingga pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak,” ujar Reza Prabowo, Selasa (2/6/2026).

‎Ia menegaskan, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya narkoba. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai positif bagi peserta didik.

‎”Melalui pendidikan, kita dapat menanamkan pemahaman, kesadaran, dan ketahanan diri kepada para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkotika. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan,” tambahnya.

‎Reza juga berharap, keberadaan Posko Terpadu GDAN dapat menjadi pusat edukasi dan gerakan sosial yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.

‎Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan bersama dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.

‎Pembangunan Posko Terpadu GDAN sendiri merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba serta melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (pra)

Related Articles

Back to top button