BeritaNASIONALUtama

Pidato di Sidang PUIC ke-19, Presiden Prabowo Singgung Keteladanan Khalid bin Walid dan Umar bin Khattab dalam Kepemimpinan

KALTENG.CO-Presiden terpilih Prabowo Subianto menyoroti keteladanan Khalid bin Walid dan Umar bin Khattab dalam berpidato di Sidang PUIC ke-19.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang dilandasi integritas, pengabdian, dan keadilan.

Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan pidato yang menggugah dalam Sidang ke-19 Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2024).

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkit dua tokoh besar dalam sejarah Islam, yaitu Khalid bin Walid dan Umar bin Khattab, sebagai teladan dalam kepemimpinan.  

Khalid bin Walid: Teladan Kepatuhan dan Pengabdian

Prabowo Subianto menyoroti sosok Khalid bin Walid, seorang panglima besar dalam sejarah Islam yang dikenal tidak pernah kalah dalam peperangan. Menurut Prabowo, Khalid bin Walid patut menjadi teladan dalam menjadi seorang pemimpin.  

“Khalid bin Walid tidak pernah kalah dalam pertempuran. Namun ketika diminta turun dari jabatannya, ia menerimanya tanpa ragu. Itu adalah bentuk kepatuhan luar biasa kepada pemimpin dan umat,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa keteladanan Khalid bin Walid mengajarkan pentingnya mengemban amanah kekuasaan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk umat. “Keikhlasan seperti itu menunjukkan kepada kita bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Ini adalah pelajaran yang amat penting bagi siapa pun yang memegang tanggung jawab kepemimpinan hari ini,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti kesetiaan Khalid bin Walid kepada negara, meskipun telah dicopot dari jabatannya. “Ia tetap berjuang untuk umat, tetap berada di garis depan, meski tidak lagi menjabat sebagai panglima. Ini luar biasa. Ini adalah sikap kenegarawanan sejati,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa semangat pengabdian seperti itu sangat relevan di tengah tantangan bangsa saat ini. Ia menekankan bahwa kepemimpinan harus dilandasi integritas, bukan hanya ambisi pribadi. “Hari ini, bangsa kita butuh pemimpin-pemimpin yang rela berkorban, bukan mereka yang berambisi mengamankan kekuasaan untuk dirinya sendiri,” cetusnya.

Umar bin Khattab: Teladan Keadilan dan Efisiensi

Selain Khalid bin Walid, Prabowo Subianto juga mengungkit teladan Umar bin Khattab, yang dikenal sebagai pemimpin adil dan efisien dalam menjalankan pemerintahan. Prabowo menekankan bahwa Umar bin Khattab adalah sosok yang tidak segan menegur bahkan menghukum aparat yang lalai dalam tugasnya.  

“Saudara-saudara, Umar bin Khattab membangun pemerintahan yang adil dan efisien. Ia tidak rela melihat rakyatnya diperlakukan tidak adil,” tegas Prabowo.

Dalam konteks Indonesia hari ini, lanjut Prabowo, semangat tersebut harus dihidupkan kembali. Ia menyampaikan bahwa rakyat menuntut pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Saya yakin bahwa rakyat kita semua menuntut pemerintah yang bersih dan transparan. Teladan Umar bin Khattab adalah panggilan untuk bertindak, bukan sekadar berwacana,” ujar Prabowo.

Apresiasi Tema PUIC dan Komitmen Good Governance

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap tema pertemuan yang diangkat, yakni good governance dan strong institution, sebagai refleksi komitmen membangun pemerintahan yang kuat dan bertanggung jawab.

“Karena itu, saya sangat menghormati tema pertemuan ini. Ini bukan hanya penting, tapi juga mendesak untuk kita wujudkan bersama,” pungkasnya.

Pidato Prabowo Subianto ini menjadi pengingat penting bagi para pemimpin, baik di Indonesia maupun di dunia Islam, tentang pentingnya mengedepankan integritas, pengabdian, dan keadilan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Keteladanan Khalid bin Walid dan Umar bin Khattab diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin untuk membangun pemerintahan yang lebih baik dan berpihak kepada rakyat. (*/tur)

Related Articles

Back to top button