BeritaEkonomi BisnisNASIONAL

Profil Thomas Djiwandono: Dari Bendahara Gerindra ke Deputi Gubernur BI

KALTENG.CO-Sektor moneter Indonesia memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi telah memberikan lampu hijau kepada Thomas Djiwandono untuk mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

Keputusan krusial ini diambil dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa pada Selasa (27/1/2026).

Setelah melalui rangkaian fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di Komisi XI, seluruh peserta sidang menyatakan kesepakatannya atas terpilihnya pria yang akrab disapa Tommy ini.

Latar Belakang Keluarga: Darah Ekonomi dan Perbankan

Thomas Djiwandono bukanlah nama asing di dunia keuangan Indonesia. Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, Tommy memiliki rekam jejak keluarga yang sangat kental dengan dunia perbankan dan kebijakan ekonomi.

  • Ayah: Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi akademisi di NTU Singapura.

  • Ibu: Biantiningsih Miderawati, kakak kandung dari Prabowo Subianto.

  • Garis Keturunan: Cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, sosok legendaris pendiri Bank BNI 46.

Melihat silsilah tersebut, posisi Tommy di BI seolah melanjutkan estafet pengabdian keluarga bagi stabilitas moneter nasional.

Pendidikan Internasional dan Karier Awal

Tommy mengenyam pendidikan menengah di SMP Kanisius, Jakarta, sebelum akhirnya terbang ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Ia meraih gelar sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania. Ketertarikannya pada isu global membawanya mengambil gelar Master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University, Washington.

Sebelum terjun ke dunia korporasi dan politik, Tommy merintis karier dari bawah:

  1. Jurnalisme: Menjadi wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan Indonesia Business Weekly (1994).

  2. Analisis Keuangan: Bekerja sebagai analis di Wheelock NatWest Securities, Hong Kong.

  3. Sektor Agrobisnis: Menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group di bawah kepemimpinan Hashim Djojohadikusumo.

Transformasi dari Politisi Menjadi Teknokrat

Salah satu poin menarik dari profil Thomas Djiwandono adalah langkahnya menanggalkan identitas politik demi profesionalitas di lembaga independen.

Selama 17 tahun, ia merupakan tokoh kunci di Partai Gerindra dengan menjabat sebagai Bendahara Umum. Namun, seiring dengan penugasannya di pemerintahan dan otoritas moneter, Tommy telah melakukan transisi total:

  • Juli 2024: Ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di era Presiden Joko Widodo untuk mengawal masa transisi anggaran.

  • Awal 2025: Mundur dari posisi Bendahara Umum Gerindra.

  • 31 Desember 2025: Resmi berhenti sebagai kader partai politik guna menjaga muruah dan independensi Bank Indonesia.

“Komitmen menjaga independensi bank sentral adalah prioritas utama dalam menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur BI,” tegas Thomas dalam proses uji kelayakan di DPR.

Tantangan di Bank Indonesia 2026-2031

Menjabat sebagai Deputi Gubernur BI di tahun 2026 membawa tantangan tersendiri. Di tengah dinamika ekonomi global yang serba tidak pasti, pengalaman Tommy di Kementerian Keuangan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Tugas besar menantinya, mulai dari menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, hingga mendorong digitalisasi sistem pembayaran di tanah air. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button