Rana Muthia Oktari: Posko Terpadu GDAN Menjadi Harapan Baru dalam Perlindungan Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Komitmen berbagai elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika terus mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyambut positif pembangunan Sekretariat dan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) yang berlokasi di Jalan Rindang Banua Ujung, Kampung Puntun, Kota Palangka Raya.
Menurut Rana, keberadaan Posko Terpadu GDAN merupakan langkah yang sangat penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya ancaman penyalahgunaan narkoba yang terus mengintai generasi muda. Ia menilai, pembangunan posko tersebut tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kuat dari kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan dari pengaruh negatif narkotika.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba. Ini bukan sekadar pembangunan sebuah sekretariat, tetapi merupakan bentuk nyata dari gerakan bersama untuk melindungi generasi muda dan masa depan daerah kita,” ujar Rana Muthia Oktari, Selasa (2/6/2026).
Sebagai legislator yang membidangi berbagai urusan kemasyarakatan, Rana menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang dampaknya sangat luas. Tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan individu, narkoba juga dapat mengganggu ketahanan keluarga, lingkungan sosial, hingga kualitas sumber daya manusia yang menjadi aset penting pembangunan daerah.
Karena itu, ia memandang bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Pencegahan akan jauh lebih efektif ketika masyarakat ikut bergerak dan merasa memiliki tanggung jawab yang sama. Posko ini dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bersama bahwa narkoba adalah musuh yang harus dilawan oleh semua pihak,” katanya.
Politisi dari fraksi Partai NasDem ini juga menyoroti pentingnya edukasi yang berkelanjutan, khususnya bagi kalangan remaja dan pelajar yang menjadi kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai dampak buruk narkoba harus terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki ketahanan dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Ia berharap, Posko Terpadu GDAN nantinya dapat menjadi pusat kegiatan yang aktif dalam memberikan penyuluhan, sosialisasi, serta pembinaan kepada masyarakat, sehingga gerakan anti narkoba tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata di lapangan.
“Kita ingin melihat semakin banyak masyarakat yang sadar, peduli, dan berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman narkoba. Ketika kesadaran itu tumbuh, maka upaya pencegahan akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rana menilai keberadaan GDAN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas kampanye anti narkoba hingga ke tingkat akar rumput. Sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, serta tokoh adat dan agama dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Menurutnya, menjaga generasi muda dari bahaya narkoba merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah secara keseluruhan. “Anak-anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang positif, produktif, dan terbebas dari pengaruh narkoba. Saya berharap Posko Terpadu GDAN dapat menjadi pusat gerakan yang terus menyalakan semangat tersebut di tengah masyarakat,” tutup Rana. (pra)



