KASONGAN,kalteng.co – Realisasi belanja daerah tahun 2021 mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Katingan. Pasalnya hingga bulan Juli 2021 ini, realisasi belanja daerah tahun 2021, dinilai masih rendah. “Realisasinya kurang lebih di angka 30 persen dari angka APBD. Seharusnya belanja APBD memasuki bulan ke tujuh ini sudah lebih dari angka 30 persen,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Katingan Nanang Suriansyah, kemarin.
Menurut politikus Partai Golkar ini, dibulan ketujuh ini belanja daerah ada di angka 50 sampai dengan 60 persen, oleh sebab itulah pihak DPRD telah melakukan rapat koordinasi pembahasan APBD Katingan. “Jadi inilah mendasari kami melakukan rapat koordinasi karena hal ini ingin diketahui oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Katingan, mengapa sebabnya realisasi APBD Katingan sampai saat ini masih rendah,” jelasnya.
Namun demikian, Nanang panggilan akrabnya, menduga ini disebabkan karena adanya aturan-aturan dari pusat yang hampir setiap tahun berubah-ubah. Selain itu, juga ada yang namanya memusatkan atau memfokuskan anggaran untuk kegiatan yang sebelumnya tidak di anggarkan melalui perubahan anggaran. “Itu semua bisa menghambat penyerapan APBD. Karena Pemda harus melakukan inventalisir kembali apa-apa saja kegiatan yang perlu di sesuaikan,” ucapnya.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Katingan III ini juga menyebutkan, kendala lain juga ada kemungkinan dikarenakan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) itu menganut prinsip kehati-hatian. “Yang dikelola ini uang negara, uang rakyat, karena jika salah sedikit pengelolaannya bisa saja di adukan. Sehingga menyebabkan adanya ketakutan untuk menggunakan anggaran tersebut. Takut terjadi kesalahan,” tandasnya.(eri/uni)




