BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Legislator DPRD Kalteng Bambang Irawan Ingatkan Bahaya Pengkhianatan Terhadap Daerah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co—Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, yang lekat dengan tragedi kelam Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965, selalu menjadi momen refleksi mendalam bagi bangsa Indonesia.

Peristiwa bersejarah tersebut bukan hanya catatan kelam upaya penggantian ideologi negara, tetapi juga cermin betapa berbahayanya ancaman pengkhianatan dalam kehidupan bernegara.

Namun, dalam konteks kekinian, ancaman pengkhianatan itu tidak selalu datang dalam bentuk kudeta bersenjata. Legislator DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menyerukan bahwa bahaya pengkhianatan kini telah bergeser dan mengambil bentuk baru, yaitu “pengkhianatan terhadap daerah.”

Mengurai Arti “Pengkhianatan Terhadap Daerah”

Kepada awak media pada Selasa (30/9/2025), Bambang Irawan menjelaskan bahwa pengkhianatan yang dimaksud tidak hanya tertuju pada keutuhan negara kesatuan, melainkan juga terhadap kepentingan fundamental daerah.

“Pengkhianatan terhadap daerah yang saya maksudkan di sini adalah banyaknya kepentingan pribadi atau sekelompok orang tertentu yang seolah-olah demi kepentingan masyarakat, tetapi ujung-ujungnya justru merugikan daerah,” ujar Bambang Irawan.

Lebih lanjut, Anggota Dewan dari daerah pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini menegaskan bahwa model-model pengkhianatan yang mengatasnamakan kepentingan daerah dan kemanusiaan justru menjadi ancaman serius. Hal ini menghambat terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat setempat.

Pengkhianatan jenis baru ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari kebijakan yang condong pada investasi tertentu tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan sosial lokal, penyalahgunaan wewenang, hingga korupsi yang menggerogoti dana pembangunan daerah. Semua ini, pada dasarnya, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Komitmen Strategis untuk Kesejahteraan

Oleh karena itu, dalam memanfaatkan momentum Hari Kesaktian Pancasila, Bambang Irawan menekankan pentingnya komitmen penuh dari semua pihak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan strategis di daerah. Komitmen ini harus diarahkan secara tulus untuk menyejahterakan masyarakat dan memajukan daerah setempat, bukan sekadar memuaskan nafsu kepentingan kelompok atau pribadi.

Keteguhan dalam memegang teguh nilai Pancasila adalah benteng utama. Semangat Kesaktian Pancasila harus diterjemahkan menjadi integritas dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan daerah, khususnya di Kalimantan Tengah.


Pesan Khusus untuk Generasi Z: Benteng Terhadap Provokasi

Selain menyoroti bahaya pengkhianatan di tingkat kebijakan daerah, Legislator yang juga memiliki latar belakang kuat dalam dunia pergerakan dan pendampingan ini menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama Generasi Z (Gen Z).

Bambang Irawan mengingatkan agar Gen Z tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi berbagai dinamika politik yang berkembang saat ini. Kelompok ini, dengan jumlah yang masif dan pengaruh yang besar di ranah digital, telah menjadi kelompok yang sangat diperhitungkan dalam segala aspek kehidupan, termasuk politik.

“Sayangnya kelompok ini masih mudah terprovokasi dan dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan perorangan atau kelompok tertentu,” jelasnya.

Gen Z adalah harapan masa depan, dan potensi mereka sangat besar. Namun, keterbukaan informasi dan kecepatan arus digital juga membawa risiko penyebaran hoaks dan propaganda yang memecah belah. Oleh karena itu, Irawan mengajak Gen Z untuk:

  1. Berpikir Kritis: Selalu menyaring informasi dan tidak menelan mentah-mentah narasi yang provokatif.
  2. Berpegang pada Nilai Pancasila: Menjadikan nilai-nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sebagai landasan dalam berpendapat dan bertindak.
  3. Memanfaatkan Kekuatan Digital untuk Kebaikan Daerah: Menggunakan platform digital untuk mempromosikan kemajuan daerah dan mengawal kebijakan yang pro-rakyat.

Inti dari pesan ini adalah menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk menumbuhkan kedewasaan berpolitik dan kecerdasan digital, sehingga Gen Z di Kalteng mampu menjadi agen perubahan yang positif dan bukan alat kepentingan segelintir pihak.


Menjaga Kesaktian Ideologi di Tingkat Lokal

Tragedi G30S mengajarkan tentang pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari segala bentuk ancaman ideologis. Namun, peringatan Hari Kesaktian Pancasila saat ini harus diperluas maknanya.

Pengkhianatan terhadap ideologi di era modern tidak hanya berwujud makar, tetapi juga dalam bentuk ketidakadilan, korupsi, dan pengabaian terhadap kepentingan rakyat di tingkat lokal. Peringatan ini harus menjadi pengingat kolektif, khususnya bagi para pemangku kepentingan di DPRD Kalteng dan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, untuk benar-benar mengamalkan Pancasila dalam setiap keputusan dan tindakan.

Dengan komitmen bersama untuk melawan pengkhianatan terhadap daerah dan membimbing Gen Z agar tidak mudah terprovokasi, kita dapat memastikan bahwa Pancasila akan terus sakti, menjadi benteng ideologi, dan pondasi utama bagi terwujudnya Kalteng Berkah yang adil dan sejahtera. (*/tur)

Related Articles

Back to top button