Kuala Kurun

Bisa Dimanfaatkan Warga Empat Desa

KUALA KURUN,KALTENG.CO- Empat desa di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menerima bantuan berupa fasilitas dan ratusan buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Empat desa tersebut, yakni Hurung Bunut, Tewang Pajangan, dan Petak Bahandang di Kecamatan Kurun, serta Desa Bereng Jun di Kecamatan Manuhing.

“Kami imbau kepada masyarakat di empat desa itu untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan mengunjungi perpustakaan desa untuk menambah ilmu dan pengetahuan,” ucap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas Cici Susilawati, Minggu (27/3).

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan, keberadaan fasilitas dan koleksi buku baru dari Perpusnas diharapkan dapat menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya bagi para generasi muda. “Dengan membaca buku, maka seseorang akan meningkatkan kualitas diri serta mendapa banyak ilmu dan pengetahuan yang kelak nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) II yang mencakup Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini berharap, agar ke depan bantuan serupa dapat kembali disalurkan kepada desa yang lain. “Bantuan stimulan berupa berbagai fasilitas dan buku untuk pengembangan perpustakaan desa, sangat berarti bagi pengembangan perpustakaan desa di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini,” ujarnya.

Sebelumnya , Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas Edwin Yustian menuturkan, bantuan dari Perpusnas merupakan bantuan stimulan untuk pengembangan perpustakaan desa. Ini merupakan tindak lanjut dari program nasional Perpusnas, yakni transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. “Bantuan yang disalurkan terdiri dari beberapa jenis. Yakni tiga unit komputer, dua rak besi, satu unit Central Processing Unit (CPU), satu unit printer, satu unit modem, satu unit televisi, serta 350 judul buku sebanyak 700 eksemplar,” terangnya.

Dia menambahkan, bantuan dari Perpusnas tadi diharapkan dapat memacu masyarakat desa untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat untuk mencari ilmu, sekaligus mempraktikkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan demikian, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bisa diterapkan masyarakat, dimana ilmu yang diperoleh dari buku langsung diterapkan. Tentunya juga disesuaikan potensi yang ada di desa,” pungkasnya. (okt/ens)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button