BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

“Rizki Ramadhana Badjuri: Pemimpin Muda yang Menata Masa Depan Perkebunan Kalteng”

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sosok H. Rizki Ramadhana Badjuri, ST., MM. di kenal luas sebagai figur muda visioner di jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah lama menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt.), ia resmi di lantik menjadi Kepala Dinas Perkebunan (Dis bun) Provinsi Kalteng pada 14 Maret 2024 oleh Sekretaris Daerah H. Nuryakin mewakili Gubernur.

Pengangkatan ini menjadi tonggak penting, mengingat sektor perkebunan adalah salah satu tulang punggung ekonomi Kalteng. Rizki hadir membawa pendekatan baru yang memadukan data, inovasi, dan kemitraan strategis demi meningkatkan kesejahteraan pekebun dan keberlanjutan lingkungan.

Dorong Kemitraan Kakao Berkelanjutan
Salah satu langkah awal Rizki adalah menjalin kerja sama dengan Yayasan Good Forest Indonesia (GFI) pada 27 Februari 2024. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Dis bun Kalteng dan GFI sepakat mengembangkan komoditas kakao bersama petani skala kecil. Program ini tidak hanya mencakup pelatihan teknik budidaya, tetapi juga membuka akses pasar dan memastikan praktik perkebunan yang ramah lingkungan.

“MoU ini lebih dari sekadar dokumen. Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat ekosistem kakao yang modern dan berdaya saing,” tegas Rizki.

Percepatan Reforma Agraria dan Tata Ruang
Di tingkat kebijakan, Rizki aktif mendorong percepatan reforma agraria dan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng 2024–2044. Menurutnya, kepastian hukum atas lahan dan peruntukannya akan memberi ruang lebih luas bagi petani untuk berkembang, sekaligus mengundang investasi produktif.

“Penyelesaian tata ruang bukan sekadar administrasi, tetapi jaminan masa depan bagi petani dan arah pembangunan daerah,” ujarnya dalam Rakor Lintas Sektor RTRW di Jakarta.

Pendataan Ini Akan Memberikan Gambaran Nyata Terkait Kondisi Pekebun

Pendataan Sawit Rakyat: Kebijakan Berbasis Data
Rizki menempatkan pendataan pekebun sawit rakyat sebagai prioritas utama. Dengan regulasi Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), ia ingin memastikan setiap pekebun memiliki legalitas, sehingga program bantuan, intensifikasi, dan peremajaan kebun dapat tepat sasaran.

“Pendataan ini akan memberikan gambaran nyata terkait kondisi pekebun, sehingga kebijakan yang di ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan di lapangan,” paparnya.

Inovasi: Bungkil Sawit untuk Pakan Ternak
Tidak berhenti pada tanaman, Rizki juga memperkenalkan pemanfaatan bungkil kelapa sawit sebagai pakan ternak berkualitas. Menurutnya, ini adalah solusi hemat biaya yang dapat mengurangi ketergantungan pada pakan impor sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani dan pelaku peternakan.

Kepemimpinan yang Kolaboratif
Dengan latar belakang pendidikan teknik dan manajemen (ST., MM.), Rizki memadukan kemampuan teknis dan strategi kebijakan. Ia di kenal sebagai pemimpin yang terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor, mulai dari LSM, dunia usaha, hingga petani kecil.

Visi besarnya adalah menjadikan perkebunan Kalteng berdaya saing tinggi di pasar nasional dan global, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. “Perkebunan harus menjadi sumber kemakmuran bersama, bukan hanya bagi segelintir pihak,” tutupnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button