Satu Algojo Pembantaian Keluarga di Barito Utara Masih Buron, Polisi Kantongi Identitas

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur mulai menemukan titik terang. Polres Barito Utara mengungkap bahwa total tersangka dalam kasus ini berjumlah empat orang, namun satu di antaranya masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febyanto, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku yang melarikan diri tersebut.
“Semua tersangkanya ada empat orang. Namun saat ini satu orang masih dalam status buron atau DPO, dan identitasnya sudah kami kantongi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) malam saat ditemui di Mapolda Kalteng.
Ia menjelaskan, pelaku yang masih buron diketahui merupakan warga Desa Benangin. Polisi saat ini terus melakukan pengejaran dan memperluas koordinasi lintas wilayah guna segera menangkap tersangka tersebut.
“Pelaku yang buron ini juga merupakan warga Benangin, dan saat ini masih dalam pengejaran intensif oleh tim kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi konflik lama terkait sengketa lahan. Perselisihan tersebut memicu cekcok hingga berujung aksi kekerasan yang merenggut nyawa.
“Motifnya karena sengketa lahan yang sudah cukup lama terjadi, kemudian berujung cekcok mulut hingga tersulut emosi dan terjadi aksi pembunuhan,” jelas Singgih.
Sebelumnya, tiga tersangka telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Mereka masing-masing berinisial FN, LK, dan SA. Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda, yakni satu tersangka ditangkap di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur, sementara dua lainnya diamankan di wilayah Kalimantan Tengah.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di sebuah pondok hutan di kawasan KM 80, perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Kejadian ini sempat menggegerkan masyarakat setempat karena kekerasan yang dilakukan tergolong brutal.
Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Seluruh korban diketahui merupakan warga Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.
Sementara itu, satu korban selamat bernama Alfian (40) mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh. (oiq)



