
SAMPIT, Kalteng.co – Duka mendalam menyelimuti seluruh lapisan masyarakat atas tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di perairan Laut Utara Bali, beberapa waktu lalu.
Seperti di alami keluarga Letda Munawir. Prajurit ini tercatat gugur bersama 52 orang lainnya di dalam kapal tersebut. Pihak keluarga berharap ada mukjizat agar patriot bangsa itu masih bisa kembali dengan selamat.
Sebelum dinyatakan tenggelam bersama KRI Nanggal 402, Munawir berencana pindah tugas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng. Kota dengan icon jelawat itu merupakan daerah asli istrinya tercinta, Cica Yuemi.
Lim Sukardi, Mertua dari Letda Munawir, mengatakan, peristiwa ini merupakan pukulan berat keluarganya. Terutama anaknya yang saat ini ikut bersama Munawir yang bertugas di Surabaya.
“Selama ini, ia (Munawir, red) memang bertugas di Kapal TNI Angkatan Laut. Setelah selesai pendidikan perwira, ia di tugaskan menjadi awak kapal selam KRI Nanggala 402,” katanya kepada awak media di temui di Bandara Haji Asan Sampit, Kotim, Minggu (25/4/2021).
Menurut Sukardi, menantunya ini memang sudah berniat pindah tugas di wilayah Sampit. Bahkan sudah mengajukan permohonan ke pimpinannya, namun hal itu di tolak. Ia di janjikan akan di pindah tugas ke TNI AL Banjarmasin.
“Menantu saya itu telah menyiapkan sebuah tempat usaha bagi keluarganya jika ia di pindahkan kelak. Ia berniat untuk mendirikan sebuah rumah toko (Ruko),” bebernya.
Namun sayangnya, takdir berkata lain. Rencana indah dari seorang kepala keluarga itu kini hanya tinggallah kenangan tanpa sempat terwujud. Kini prajurit itu telah dinyatakan melaksanakan tugas patroli yang tidak pernah kembali.
Untuk menyemangati anaknya, Sukardi langsung bergegas menuju Surabaya menemui anak dan cucunya guna memberikan dorongan mental atas musibah yang di dapat ini. (oiq)




