
Di Beri Kesempatan Mendaki Gunung Sinai
Penjagaan ketat membuat tingkat kerawanan minim saat melintas kawasan Sinai. Kami begitu menikmati perjalanan rohani di Negeri Firaun ini.

Setelah menempuh perjalanan panjang, kami tiba di Biara Santa Katarina. Letaknya di kaki Gunung Sinai. Biara Ini merupakan salah satu tertua di dunia. Di bangun sekitar tahun 548-565 Masehi. Tempat di mana di temukan Tischendorf sebuah naskah Alkitab tertua.

“Lokasi ini juga dipercaya saat Nabi Musa melihat semak duri berapi dan berbicara dengan Allah (Keluaran 3:2),” ujar Remi menerangkan kepada peserta.
Di tempat ini juga, Allah memberikan sepuluh firman dan hukum-hukum lainnya (Keluaran 20:1-17).
Kami juga di beri kesempatan mendaki Gunung Sinai. Tapi sayang, jumlah pesertanya hanya empat orang. Pendakian terpaksa di batalkan. Saya sendiri sangat ingin mendaki gunung bersejarah bagi umat Kristiani itu.
“Minimal 12 orang yang ikut pendakian,” ujar Remi.
Setelah dua jam berada di Gunung Horeb—julukan lain Gunung Sinai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taba. Posisinya dekat perbatasan Mesir-Israel. Bus kami menempuh tiga jam perjalanan.
Hotel kami membelakangi Laut Merah. Pada malam hari, kita bisa melihat kerlap-kerlip lampu dari tiga negara. Israel, Arab Saudi dan Yordania. Setelah menempuh perjalanan melelahkan, besok harinya kami bersiap menyeberang ke Israel.(bersambung)



