Sempat Pingsan di Sel, Richard Lee Ajukan Pengalihan Penahanan Alasan Kesehatan

KALTENG.CO-Kondisi kesehatan dr. Richard Lee di dalam tahanan kini tengah menjadi sorotan hangat. Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Selasa (14/7/2026), majelis hakim meminta tim kuasa hukum Richard Lee untuk segera memperbarui dokumen medis dari dokter Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Tangerang.
Langkah ini dinilai krusial sebagai syarat administratif utama apabila pihak terdakwa ingin mengajukan permohonan pengalihan penahanan dengan alasan kesehatan yang memburuk.
SOP Ketat Hakim: Harus Ada Rujukan Resmi dari Dokter Lapas
Permintaan pembaruan dokumen medis tersebut disampaikan langsung oleh majelis hakim di tengah agenda pembacaan putusan sela. Hakim menegaskan bahwa dokumen yang dilampirkan sebelumnya oleh pihak kuasa hukum baru sebatas izin berobat biasa, sehingga belum memenuhi standar kelayakan untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit luar lapas.
“SOP dari kami harus ada rujukan dari dokter Lapas yang menyatakan yang bersangkutan membutuhkan perawatan di rumah sakit, entah berapa hari gitu. Kalau bisa di-update surat keterangan dokter yang terbaru,” tegas Majelis Hakim di ruang sidang.
Dengan adanya rujukan resmi dan terbaru, majelis hakim memiliki landasan kuat dan legal untuk mempertimbangkan status penahanan terdakwa demi kemanusiaan dan keselamatan medis.
Kuasa Hukum Ungkap Richard Lee Mengalami Darurat Medis
Sebelumnya, Faizal Hafied selaku kuasa hukum Richard Lee, membeberkan fakta mengkhawatirkan mengenai kondisi fisik kliennya selama mendekam di balik jeruji besi. Faizal menyebutkan bahwa Richard Lee sempat kehilangan kesadaran di dalam sel akibat penurunan kondisi kesehatan yang drastis.
Poin-Poin Penting Terkait Kondisi Richard Lee di Tahanan:
Kejadian Pingsan di Sel: Terdakwa dilaporkan sempat pingsan di dalam kamarnya pada tanggal 10 Juli lalu.
Status Darurat Medis: Kuasa hukum menegaskan kondisi Richard Lee berada dalam fase darurat medis yang nyata dan membutuhkan penanganan dokter spesialis.
Fasilitas Lapas Terbatas: Pihak pengacara menilai fasilitas klinik atau kesehatan di Lapas Pemuda Tangerang belum cukup memadai untuk menangani gejala penyakit yang diderita kliennya.
Konsumsi Obat Keras Amitriptyline dan Efek Samping “Cold Turkey”
Di hadapan majelis hakim, Richard Lee yang juga berprofesi sebagai seorang dokter, memberikan penjelasan medis secara langsung mengenai apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia mengaku telah mengonsumsi obat keras jenis Amitriptyline secara rutin selama empat bulan terakhir.
Sebagai praktisi medis, Richard sangat memahami bahaya menghentikan konsumsi obat penenang/antidepresan golongan keras secara mendadak (cold turkey), yang dapat memicu syok sistem saraf dan gangguan kesehatan serius lainnya.
“Saya sudah 4 bulan menggunakan Amitriptyline. Itu salah satu obat keras Yang Mulia,” ungkap Richard Lee menjelaskan kondisinya.
Tetap Kooperatif dan Memohon Pengalihan Penahanan
Meskipun fisiknya melemah, Richard Lee menegaskan bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Ia menyatakan tidak akan pernah berniat mempersulit atau menghambat jalannya persidangan.
Sebagai penutup, ia menyampaikan permohonan tulus kepada majelis hakim agar mempertimbangkan pengalihan penahanannya demi alasan pemulihan kesehatan.
“Yang Mulia, mau sidang setiap hari saya siap datang setiap hari, tapi mohon kalau Yang Mulia berkenan mengabulkan pengalihan penahanan saya,” pinta Richard.
Ringkasan Fakta Sidang Lanjutan Richard Lee
| Aspek Sidang | Detail Informasi |
| Lokasi & Waktu | Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (14/7) |
| Kondisi Terdakwa | Sempat pingsan di sel (10/7) & mengalami darurat medis |
| Faktor Medis Lain | Konsumsi rutin obat keras Amitriptyline selama 4 bulan |
| Permintaan Hakim | Pembaruan surat keterangan medis resmi dari Dokter Lapas |
| Sikap Terdakwa | Menjamin tetap kooperatif menghadiri sidang kapan saja. (*/tur) |



