Sri Ani Rintuh Imbau Warga Palangka Raya Jaga Kesehatan di Tengah Ancaman Kabut Asap

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, S.Pd., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Menurut Sri Ani, dampak kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga menurunnya daya tahan tubuh. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan.
”Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Saya mengimbau seluruh warga Palangka Raya agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat,” ujar Sri Ani Rintuh, Rabu (29/7/2026).
Ia juga mengingatkan agar kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, mendapatkan perhatian khusus. Apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Di sektor pendidikan, Sri Ani mendukung langkah pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan penggunaan masker di lingkungan sekolah sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dari paparan kabut asap.
”Kami berharap seluruh sekolah dapat mematuhi imbauan tersebut. Orang tua juga diharapkan memastikan anak-anak menggunakan masker yang layak saat berangkat ke sekolah maupun ketika beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Selain itu, Sri Ani mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.
Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar bencana kabut asap tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Melalui kepedulian dan kerja sama semua pihak, kita berharap kualitas udara dapat segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus menjaga kesehatan diri dan keluarga dari dampak kabut asap,” tutup Sri Ani Rintuh. (pra)



