DPRD KOTAWARINGIN TIMURKabar DaerahLEGISLATIFSampit

Apresiasi Resmi Hadirnya BNNK Kotawaringin Timur

SAMPIT, Kalteng.co – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran narkotika, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini resmi memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) sebagai garda terdepan dalam memerangi ancaman tersebut.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menyambut baik kehadiran lembaga ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis di wilayah yang telah masuk zona merah peredaran narkoba.

“Ini kabar baik bagi kita semua. Penempatan BNNK di Kotim sangat tepat, karena ancaman narkoba di daerah ini sudah sangat serius. Kami mendukung penuh kehadiran dan kerja-kerja BNNK,” tegasnya, Jumat (3/10/2025).

Menurut Rimbun, status zona merah bukan sekadar label administratif, tetapi peringatan nyata bahwa peredaran narkoba di Kotim telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Ia menegaskan, hal ini tidak bisa dianggap remeh dan membutuhkan penanganan luar biasa.

“Kita tidak bisa tutup mata. Kotim bukan lagi daerah rawan, tapi sudah zona merah. Artinya, perlu tindakan tegas, cepat, dan terukur,” ujarnya.

Rimbun menyatakan bahwa DPRD Kotim siap menjadi mitra strategis BNNK dalam pemberantasan narkoba. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada oknum dari kalangan tertentu.

“Pemakai, pengedar, maupun bandar, semuanya harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Kami di DPRD mendukung penuh langkah BNNK. Ini menyangkut masa depan generasi kita,” katanya.

Selain dukungan kelembagaan, Rimbun juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari BNNK, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sipil.

Ia meyakini bahwa perang melawan narkoba hanya bisa dimenangkan jika semua pihak bergerak bersama, dengan semangat yang sama: menyelamatkan Kotim dari kehancuran moral dan sosial.

“Jangan biarkan BNNK berjuang sendiri. Semua elemen harus terlibat. Pendidikan keluarga, peran tokoh masyarakat, hingga pengawasan aparat hukum semua harus jalan bersamaan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Rimbun menyampaikan optimisme bahwa dengan komitmen kolektif, Kotim bisa perlahan keluar dari zona merah dan menuju daerah yang lebih sehat dan aman dari narkoba.

“Ini bukan pekerjaan instan. Tapi dengan kerja keras bersama, saya yakin kita bisa menciptakan Kotim yang bersih dari narkoba, aman bagi generasi muda, dan kuat secara sosial,” tutupnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button