Berita

Terlalu Memanjakan Istri, Berujung di Pengadilan Agama

Enggan Bila Di Ajak Ber-hohohihe

Awalnya semua terasa baik-baik saja. Keduanya merasakan kenikmatan berkeluarga. Karena tak tersita untuk urusan rumah tangga, keduanya lebih banyak waktu untuk bermesraan. Ibaratnya, semua waktu adalah hanimun bagi pasangan ini.

Sayangnya, Awi seperti lupa daratan. Wanita ini mabok kebebasan. Setiap waktu keluar rumah. Tidak lagi minata di temani Atak. Melainkan bersama teman-temannya, klayapan tanpa tujuan. Tak peduli siang atau malam.

https://kalteng.co

Jadilah Awi istri yang tak tahu diri. Tak pernah mau menyentuh urusan rumah tangga. Membuatkan kopi untuk suaminya pun dia menyuruh orang lain.

Lebih parah lagi, Awi juga mulai lupa kewajiban hakiki sebagai seorang istri. Dia sering enggan bila di ajak ber-hohohihe oleh suaminya.
“Ada saja alasannya, yang capeklah, yang itulah….,” keluh Atak.

Titik kulminasi kesabaran Sudrun terjadi ketika mereka sudah punya anak. Tingkah Awi semangkin tak karuan. Tak mau menyentuh anaknya. Semua di serahkan pada baby sitter. Ia memilih mencari kesenangan sendiri di luar rumah.

“Sebenarnya orang tua ngasih masukan, namanya sudah keluarga harus bisa mengurusi semua bareng-bareng. Tapi dia malah tetap dengan gaya hidupnya,” ujar Atak.

Atak pun capek dengan sikap istrinya. Dia mengambil sikap tegas. Berpisah dengan Awi. Tapi, anak semata wayangnya dia bawa, dia urusi.
“Biar dia sadar kalau namanya rumah tangga ada tanggung jawab bersama. Bukannya memikirkan kesenangan sendiri,” kata Atak yang mengajukan talak pada istrinya itu di Pengadilan Agama (PA). (tur)

https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co        
Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button