Tiongkok Kecam AS! Desak Pembebasan Segera Presiden Venezuela Nicolas Maduro
KALTENG.CO-Eskalasi ketegangan diplomatik global mencapai titik didih baru setelah muncul kabar mengejutkan mengenai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan Amerika Serikat.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengeluarkan pernyataan keras yang menuntut pembebasan segera pemimpin Amerika Latin tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (4/1/2026), Beijing menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan penahanan paksa yang dianggap melanggar kedaulatan sebuah negara berdaulat.
Tiongkok Desak AS Hentikan Upaya Penggulingan Kekuasaan
Pemerintah Tiongkok melalui kementerian luar negerinya menyerukan agar Washington menjamin keselamatan fisik Maduro dan istrinya. Beijing menilai tindakan AS tidak hanya gegabah, tetapi juga mencederai norma-norma dasar hubungan internasional.
“Tiongkok menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog,” tulis pernyataan tersebut.
Tiongkok menegaskan bahwa tindakan militer dan penahanan paksa tersebut bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok memandang langkah AS sebagai preseden buruk bagi stabilitas global.
Kronologi Operasi Delta Force di Caracas
Drama penangkapan ini bermula pada Sabtu (3/1/2026), saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran di Venezuela. Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan adanya ledakan hebat di ibu kota Caracas yang diduga kuat melibatkan unit elit Delta Force AS.
Berikut adalah poin-poin penting terkait insiden tersebut:
- Korban Jiwa: Laporan New York Times menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas, mencakup personel militer Venezuela dan warga sipil.
- Bukti Visual: Donald Trump membagikan foto yang diklaim sebagai Maduro di atas kapal perang USS Iwo Jima.
- Keberadaan Maduro: Media lokal AS menyiarkan rekaman pesawat mendarat di Negara Bagian New York, di mana Maduro dan Cilia Flores terlihat dikawal ketat oleh puluhan petugas penegak hukum.
Pihak berwenang di Venezuela sendiri hingga kini menyatakan tidak memiliki informasi pasti mengenai lokasi presiden mereka dan menuntut bukti bahwa Maduro masih hidup.
Reaksi Dunia: Rusia Solidaritas, Venezuela Banding ke PBB
Langkah drastis Washington ini memicu gelombang protes diplomatik dari sekutu-sekutu Venezuela.
- Rusia: Moskow menyatakan solidaritas penuh terhadap Venezuela dan mengecam agresi AS. Rusia mendesak pembebasan Maduro untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
- Internal AS: Beberapa anggota Kongres AS justru mengecam operasi militer ini sebagai tindakan ilegal dan tidak konstitusional, meski pemerintah AS bersikeras akan membawa Maduro ke meja hijau.
- Langkah Diplomasi: Kementerian Luar Negeri Venezuela tengah menyiapkan langkah banding ke organisasi internasional dan telah menjadwalkan pertemuan mendesak dengan Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari 2026.
Dampak Terhadap Pasar Keuangan
Ketidakpastian politik di Venezuela diprediksi akan mengguncang pasar global. Para analis ekonomi memperingatkan bahwa memanasnya hubungan AS-Venezuela dapat mempengaruhi pergerakan pasar keuangan secara signifikan, termasuk potensi pelemahan terbatas pada indeks saham di berbagai negara.
Situasi di Caracas masih sangat cair, dan dunia kini tertuju pada sidang Dewan Keamanan PBB untuk melihat apakah diplomasi mampu meredam potensi konflik bersenjata yang lebih besar. (*/tur)




