BeritaMETROPOLISPENDIDIKAN

TOEFL, TOEIC, dan TOEIC Link: Memahami Perbedaan untuk Kebutuhan Berbeda

KALTENG.CO-Bagi banyak orang, istilah TOEFL, TOEIC, dan TOEIC Link seringkali membingungkan. Ketiganya memang menguji kemampuan bahasa Inggris, namun dirancang untuk tujuan yang sangat berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar Anda bisa memilih tes yang tepat sesuai kebutuhan, baik untuk studi, karier, maupun pengembangan profesional di era digital.

TOEFL: Gerbang Menuju Dunia Akademis

https://kalteng.co

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) secara khusus dirancang untuk keperluan akademis. Jika Anda berencana melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke universitas di negara-negara berbahasa Inggris, TOEFL adalah tes yang wajib Anda ambil. Tes ini mengukur kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks perkuliahan, seperti memahami ceramah, membaca teks akademis, dan menulis esai.

TOEIC: Standar Kompetensi di Dunia Kerja

Berbeda dengan TOEFL, TOEIC (Test of English for International Communication) berfokus pada kemampuan berbahasa Inggris dalam lingkungan kerja profesional. Tes ini menilai sejauh mana seseorang dapat berkomunikasi efektif dalam situasi bisnis sehari-hari, termasuk mendengarkan percakapan di kantor, memahami email, dan membaca laporan. TOEIC menjadi standar yang banyak digunakan oleh perusahaan multinasional untuk menilai kompetensi bahasa Inggris karyawan atau calon karyawan.

TOEIC Link: Inovasi AI untuk Industri Modern

Inovasi terbaru hadir dalam bentuk TOEIC Link, yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri modern. Menurut Ratnesh Kumar Jha, General Manager of TOEIC, “TOEIC Link menghubungkan antara akademia, lulusan universitas, sekolah menengah langsung dengan dunia kerja.

Berbeda dengan tes-tes lainnya yang terbatas di dunia pendidikan saja, TOEIC Link menyatukan dua dunia dengan jangkauan terluas.” Ini menegaskan posisi TOEIC Link sebagai solusi yang lebih fleksibel dan relevan dengan dinamika pasar kerja saat ini.

Salah satu keunggulan utama TOEIC Link adalah integrasi tiga sistem AI. Jenny Lee, CEO ITC, menjelaskan, “Ada tiga AI yang kita pakai. Yang pertama untuk pembuatan soal, yang kedua sebagai pengawas saat tes, dan yang terakhir kita gunakan untuk scoring.” Pemanfaatan AI ini membawa efisiensi yang luar biasa. Hasil tes bisa didapatkan dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibandingkan TOEFL atau TOEIC konvensional yang memakan waktu berhari-hari.

Tidak hanya cepat, kemampuan AI TOEIC Link juga memungkinkan sistem memahami berbagai aksen lokal dari seluruh Indonesia.

“Karena AI itu semakin pintar mesinnya, maka semakin hebat kerjanya. Ini membantu agar tes menjadi lebih efisien, karena kita bisa menjangkau seluruh anak muda dari Indonesia Timur, Tengah, hingga ke Barat,” tambah Jenny.

Selain itu, TOEIC Link juga lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja masa kini. Perusahaan dapat memilih modul tes yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka, meliputi Speaking, Writing, Listening, maupun Reading.

“Organisasi membutuhkan asesmen bahasa Inggris yang andal sekaligus fleksibel. TOEIC Link menawarkan solusi modern yang cepat dan adaptif tanpa mengesampingkan ketelitian berbasis riset,” ujar Ratnesh.

Meskipun Jenny Lee mengakui kecakapan bahasa Inggris generasi muda Indonesia masih terbilang rendah, ia tetap optimis. “Sebenarnya anak muda itu bisa berbahasa Inggris tapi malu untuk memulai. Dengan TOEIC Link ini kita berharap anak muda semakin mahir berbahasa, karena bahasa itu berkembang lewat kebiasaan, tidak bisa instan,” tegasnya.

Dengan perbedaan tujuan dan pendekatan ini, penting bagi Anda untuk mengidentifikasi kebutuhan pribadi Anda sebelum memilih tes yang tepat. Apakah Anda siap untuk melangkah maju dengan kemampuan bahasa Inggris Anda? (*/tur)

Related Articles

Back to top button