BeritaLINTAS BORNEOUtama

Trauma 1988 Terulang? Ledakan Sumur Minyak Pertamina Cemari Air PDAM Sangasanga, Kaltim

Dalam surat resmi bernomor 690/15/PERUMDA-SSG/VI/2025, Kepala Perumda Tirta Mahakam Cabang Sangasanga, Mahfati, menegaskan bahwa air tetap disalurkan untuk MCK, tapi dilarang untuk konsumsi. “Kami tambahkan bahan kimia dan pasang filter karbon aktif, disediakan Pertamina,” jelas Abdul Latif.

Di sisi lain, Pertamina mengambil sampel air dari raw water PDAM dan titik distribusi untuk diuji di laboratorium dengan hasil diharapkan keluar dalam 14 hari kerja. PEP SSA berkomitmen menyediakan air bersih, termasuk air galon untuk minum, selama PDAM berhenti beroperasi. “Mekanisme bantuan akan segera diumumkan,” kata perwakilan Pertamina dalam rapat.

Harapan Warga dan Ketidakpastian di Balik Bantuan

Uji coba penggunaan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan filter karbon aktif juga sedang dipersiapkan untuk menangani kontaminasi. Meski khawatir, warga menyatakan siap membantu distribusi air bersih. Namun, di balik kerja sama itu, ada ketidakpastian. Chaidiel, mewakili warga di ring 1 yang terdampak langsung, berharap ada kompensasi atas kerugian yang dialami.

“Warga takut nyalakan kompor karena bau gas. Kami hanya dapat susu beruang, masker, dan suplemen, itu pun tak cukup untuk semua,” ujarnya. Dinarti menambahkan, “Bantuan cuma masker dan susu, tapi badan saya masih lemas. Kami takut.”

Di lain sisi, Pertamina menegaskan bahwa situasi terkendali. Sampel air sedang diuji, dan langkah teknis seperti penambahan bahan kimia serta filter sedang diterapkan. Namun, bagi warga seperti Dinarti, yang kehilangan pendapatan selama lima hari, atau Chaidiel, yang terus ditanya warga soal keamanan, janji-janji teknis belum cukup menenangkan.

Di tepi sungai yang kini tercemar, warga Sangasanga menanti kepastian. Air keran yang keruh dan berbau gas menjadi pengingat bahwa kehidupan mereka, untuk sementara, masih digenggam oleh ketidakpastian.

Akankah insiden ini menjadi titik balik bagi perbaikan infrastruktur dan mitigasi bencana di wilayah penghasil migas ini? (*/tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button