BeritaNASIONALPeristiwa

Update Kecelakaan Helikopter PK-CFX: 8 Korban Dievakuasi, Black Box Berhasil Diamankan

KALTENG.CO-Operasi kemanusiaan skala besar yang melibatkan ratusan personel TNI berhasil menuntaskan misi evakuasi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 (registrasi PK-CFX) di wilayah Kalimantan Barat.

Kerja keras tim gabungan selama dua hari, Kamis (16/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026), berakhir dengan ditemukannya seluruh korban di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau.

Keterlibatan TNI, baik dari matra Darat (AD) maupun Udara (AU), menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan. Sejak sinyal hilang kontak diterima, jajaran Kodam XII/Tanjungpura langsung mengerahkan kekuatan penuh untuk menyisir koordinat terakhir helikopter tersebut.

Sinergi Ratusan Prajurit di Medan Sulit

Ratusan prajurit dari berbagai satuan bergabung dalam Tim SAR Gabungan. Personel yang diterjunkan berasal dari:

  • Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai

  • Yonif TP 833/BD dan Yonif 642/Kapuas

  • Kodim 1204/Sanggau

  • Lanud TNI AU Supadio (termasuk tim udara dengan Helikopter Super Puma dan pasukan elit Korpasgat).

Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa pengerahan ini merupakan perintah langsung Pangdam XII/Tanjungpura guna memaksimalkan pencarian.

“Jajaran diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung operasi kemanusiaan,” ujar Kolonel Ahmad dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4/2026).

Detik-Detik Penemuan di Bukit Puntak

Titik jatuh helikopter akhirnya ditemukan oleh tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin oleh Mayor Inf Ikhwan. Lokasi berada di kawasan hutan lebat perbukitan Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Kondisi geografis yang ekstrem memaksa para prajurit untuk berjalan kaki menembus hutan rimba karena akses kendaraan yang sama sekali tidak tersedia. Proses evakuasi yang dimulai sejak Jumat dini hari berlangsung dramatis. Sebanyak 8 korban (2 kru dan 6 penumpang) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Karena medan yang curam, jenazah harus dipikul secara manual menggunakan kantong jenazah melewati perbukitan menuju posko darurat di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis.

Evakuasi Udara dan Penemuan Black Box

Tepat pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta perlengkapan korban berhasil dikumpulkan di posko. Tim juga berhasil mengamankan black box helikopter yang akan menjadi kunci utama pengungkapan penyebab kecelakaan.

Tahapan evakuasi berlanjut secara estafet:

  1. Jalur Darat: Jenazah dibawa menggunakan 8 unit ambulans menuju Lapangan Yonif 642/Kapuas.

  2. Jalur Udara: Dari Yonif 642, jenazah diterbangkan menggunakan helikopter TNI AU menuju Lanud Supadio dengan jarak tempuh 81 nautical mile (sekitar 45 menit).

  3. Identifikasi: Setibanya di Lanud Supadio, seluruh korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.

Menanti Hasil Investigasi

Meskipun seluruh korban telah dievakuasi dalam operasi yang memakan waktu sekitar 6,5 jam tersebut, penyebab pasti jatuhnya helikopter Airbus H130 ini masih menjadi teka-teki.

“Penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis black box,” tutup Kolonel Ahmad Daud Harahap.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan profesionalisme prajurit TNI dalam menghadapi medan ekstrem demi misi kemanusiaan di wilayah Kalimantan Barat. (*/tur)

Related Articles

Back to top button