DPRD Kotim Soroti Masalah Sampah, Drainase, dan Fasilitas Kesehatan di Sampit

SAMPIT, Kalteng.co – Sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat sorotan serius dari DPRD setempat. Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Riskon Fabiansyah, menyoroti keluhan warga terkait pengelolaan sampah, drainase, kesehatan, hingga ekonomi lokal.
“Keluhan terbanyak datang dari masyarakat terkait jam operasional depo sampah yang terlalu terbatas. Banyak warga akhirnya enggan membuang sampah ke depo resmi,” ujar Riskon, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, hal ini juga berdampak pada pengangkut sampah Pedrosa yang berharap jam operasional disesuaikan dengan aktivitas warga. Selain jam operasional, jumlah depo sampah di Kota Sampit dianggap masih kurang, terutama di Kelurahan Pasir Putih. DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menambah titik depo baru.
“Dulu pernah ada konsep depo ramah lingkungan yang juga bisa menjadi ruang publik, sayangnya tidak diteruskan. Padahal jika dikelola baik, bisa menjadi solusi sekaligus memperindah kota,” tambah Riskon.
Drainase kota juga menjadi sorotan. Kawasan Jalan Pelita dan Jalan MT Haryono sering mengalami genangan air setiap hujan deras. Legislator ini meminta dinas terkait rutin memelihara saluran air dan mengimbau masyarakat ikut menjaga kebersihan drainase.
Di bidang ekonomi, DPRD menyoroti belum optimalnya operasional Koperasi Merah Putih. Meski kelembagaannya sudah terbentuk, koperasi belum berjalan karena belum ada kepastian pendanaan dari pemerintah pusat.
“Padahal koperasi ini diharapkan menjadi wadah peningkatan ekonomi lokal. Jika tak segera difungsikan, potensinya akan terbuang percuma,” kata Riskon.
Persoalan kesehatan juga menjadi sorotan serius. Warga mengeluhkan keterbatasan fasilitas hemodialisa di RSUD dr. Murjani Sampit, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke Palangka Raya.
“Beban ekonomi dan psikologis keluarga pasien menjadi sangat berat. Pemerintah harus hadir dan mencari solusi nyata, misalnya menyiapkan rumah singgah di Palangka Raya,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat meminta pengalihan aset di luar pagar Stadion 29 November Sampit ke Dispora agar fasilitas olahraga, termasuk lapangan basket, bisa dikelola lebih optimal.
Anggota DPRD Kotim yang tergabung dalam Dapil I antara lain Muhammad Idi, Chindy Maulidtika Yunifa, Angga Aditya Nugraha, Modika Latifah Munawarah, Riskon Fabiansyah, Pardamean Gultom, Suprianto, M. Kurniawan Anwar, SP Lumban Gaol, dan M. Ramadhana Rahman. (oiq)
EDITOR: TOPAN



