BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Wajib Tahu! Alasan Harus Lunasi Utang Sebelum Imlek Agar Rezeki Lancar Setahun

KALTENG.CO-Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar pesta lampion merah atau kemeriahan pembagian angpao. Di balik tradisinya yang megah, tersimpan sebuah kearifan lokal tentang bagaimana manusia seharusnya menata hidup.

Salah satu nasihat yang paling sering terdengar menjelang pergantian tahun adalah: “Selesaikan utangmu sebelum tahun baru dimulai.”

Bagi etnis Tionghoa, anjuran ini bukan sekadar manajemen keuangan praktis, melainkan sebuah upaya spiritual dan emosional untuk menyambut keberuntungan tanpa hambatan.

Imlek dipandang sebagai momen reset besar-besaran, di mana energi tahun lama harus dilepaskan agar rezeki baru bisa masuk secara maksimal.

Berikut adalah enam kepercayaan mendalam terkait urusan utang dan persiapan spiritual menyambut Tahun Baru Imlek:


1. Memulai Tahun dengan Langkah Ringan

Kepercayaan yang paling mendasar adalah prinsip “awal yang bersih”. Membawa utang ke tahun baru dianggap sama dengan memindahkan beban masa lalu ke masa depan. Dengan melunasi kewajiban finansial sebelum malam Imlek, seseorang diyakini akan memulai tahun dengan perasaan lega, optimis, dan mentalitas yang siap menjemput peluang baru tanpa rasa terikat.

2. Tabu Menagih dan Meminjam di Hari Pertama

Hari pertama Imlek adalah waktu yang sangat sakral. Aktivitas menagih utang atau meminjam uang pada hari ini sangat dihindari. Melakukan transaksi yang berbau “beban” dianggap dapat memicu energi negatif yang bisa merusak keharmonisan finansial selama setahun penuh. Masyarakat lebih memilih fokus pada sukacita daripada membicarakan kekurangan materi.

3. Melunasi “Utang Emosional” dan Konflik

Penting untuk diingat bahwa utang tidak selalu berbentuk angka di atas kertas. Konflik yang menggantung, amarah yang dipendam, atau janji yang belum ditepati disebut sebagai “utang emosional”. Tradisi mengajarkan agar kita berdamai dan saling memaafkan sebelum Tahun Baru Imlek tiba. Memperbaiki hubungan yang retak adalah cara terbaik membuka pintu rezeki bagi keluarga.

4. Menahan Diri dari Transaksi Besar

Selain menyelesaikan utang, masyarakat Tionghoa biasanya menghindari melakukan transaksi finansial besar atau peminjaman uang di hari raya. Pengecualian hanya berlaku untuk pemberian Angpao. Berbeda dengan utang, Angpao adalah simbol transfer doa dan keberuntungan, bukan beban finansial yang menuntut pengembalian.

5. Simbolisme “Bersih-Bersih” Lahir dan Batin

Sama seperti tradisi membersihkan rumah hingga sudut terkecil untuk membuang kesialan, melunasi utang adalah bentuk “bersih-bersih” batin. Keduanya memiliki filosofi yang sama: membuang sisa-sisa nasib buruk tahun lalu untuk menciptakan ruang bagi energi positif (Chi) yang akan mengalir masuk di tahun yang baru.

6. Fokus pada Kata-Kata Baik (Auspicious Words)

Di hari pertama Imlek, pembicaraan mengenai utang, kerugian, atau kemiskinan adalah hal yang dilarang. Fokus utama dialihkan pada ucapan-ucapan penuh harapan (auspicious words). Dengan menjaga lidah dari topik finansial yang berat, diharapkan kehidupan setahun ke depan akan berjalan mulus dan penuh dengan kabar baik.


Keseimbangan dan Awal yang Baru

Kepercayaan mengenai pelunasan utang sebelum Imlek pada dasarnya mengajarkan kita tentang keseimbangan dan keharmonisan. Tradisi ini mengajak setiap orang untuk berefleksi, bertanggung jawab atas masa lalu, dan bersiap diri secara mental untuk masa depan.

Meski dunia terus modern, nilai-nilai ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa hidup yang sejahtera dimulai dari hati dan pikiran yang tenang tanpa beban. (*/tur)

Related Articles

Back to top button