BeritaSampit

Warga Keluhkan Aktivitas Angkutan Batu Bara

Image Image

SAMPIT, kalteng.co-Warga Desa Menjalin, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan hilir mudiknya aktivitas kendaraan pengangkut hasil tambang batu bara milik PT Wahyu Multi Garuda Kencana (WMGK) yang sudah berlangsung sebulan terakhir.

Selain mengakibatkan jalan berdebu, juga mengacam keselamatan pengguna jalan lainnya, karena tidak ada pemasangan rambu-rambu untuk angkutan besar itu.

“Sudahh sekitar sebulan ini tambang batu bara melakukan aktivitas produksi dan aktivitas mereka sangat mengganggu masyarakat pengguna jalan itu,” ujar Khairil yang merupakan mantan Kepala Desa Manjalin, Rabu (24/3).

Baca Juga:  SKB 4 Menteri Terbaru Perbolehkan PTM 100 Persen, Kecuali di PPKM Level 4

Dijelaskannya, dalam jangka waktu sebulan terakhir perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi. Aktivitas kendaraan pengangkut terjadi dari pagi hingga malam hari. Keberadaan angkutan tambang itu sangat mengganggu pengguna jalan lainnya.

Tak jarang ada yang melaju dengan kecepatan tinggi, padahal jalan itu masih berupa tanah merah. Otomatis menimbulkan debu yang sangat mengancam kesehatan warga sekitar.

Image Image Image Image Image Image Image
1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button