Impor Kalteng Berasal dari Tiga Negara

impor kalteng
PAPARAN : Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro ketika menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kalteng.

PALANGKA RAYA, kalteng.co Impor Kalimantan Tengah (Kalteng) selama Agustus 2021 berasal dari tiga negara. Tiga Negara tersebut yaitu Singapura, Laos dan Jer­man.

Impor dari Singapura berupa bahan bakar mineral (aspal), Laos berupa pupuk (pupuk kalium klorida), dan Jerman be­rupa berbagai produk kimia (katalisator) dan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (mesin penggergaji).

“Dibanding Juli 2021, lanjut Eko, terjadi peningkatan impor dari Laos pada Agustus 2021 senilai US$0,78 juta (tidak ada transak­si impor pada Juli 2021), disebabkan oleh menigkatnya impor pupuk kalium klorida,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro.

Berita Terkait……Impor Kalteng Berupa Mesin Meningkat Signifikan

“Impor dari Jerman juga mengalami peningkatan senilai US$0,27 juta, dise­babkan meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (mesin penggergaji) dan berbagai produk kimia (katalisator),” imbuhnya.

Baca Juga:  Soal Banjir, GAPKI Ajak Bahu Membahu Mencari Solusi Terbaik

Eko menjelaskan, apabila dibanding­kan dengan bulan yang sama tahun 2020, impor Provinsi Kalteng pada Agustus 2021 dari seluruh negara mengalami pen­ingkatan, kecuali Malaysia, Arab Saudi, Tiongkok, dan Viet Nam.

“Impor dari Laos mengalami peningkatan terbesar senilai US$0,78 juta (tidak ada transaksi impor pada Agustus 2020). Sementara itu, penurunan terbesar ber­asal dari Malaysia 96,30 persen,” terangnya.

Menurut dia, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Januari–Agus­tus 2021 dari seluruh negara naik US$13,25 juta (62,32 persen). Berdasarkan negara asal, hanya impor dari Malaysia, Laos, India, dan Jerman yang mengalami peningkatan.

“Secara kumulatif, peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$13,40 juta,” ujarnya.

Eko menambahkan, mengenai bongkar muatan ko­moditas impor Kalteng dari seluruh negara mitra dagang selama Agustus 2021 yang mencapai US$2,69 juta dilakukan melalui Pelabuhan Pulang Pisau, Sampit, Kumai dan Tanjung Perak.

Baca Juga:  Yuk Cari Kebutuhan di SPEKTRA FAIR

“Aktivitas bongkar muatan impor di Pelabuhan Pulang Pisau mengalami pen­ingkatan terbesar senilai US$1,01 juta,” katanya.

Menurut dia, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai impor pada Agus­tus 2021 yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak mengalami peningkatan terbesar se­nilai US$0,34. Sementara itu, nilai impor di Pelabuhan Kumai mengalami penurunan terbesar senilai US$0,27 juta.

“Secara kumulatif, impor selama Januari–Agustus 2021 dilayani melalui Pelabuhan Sampit senilai US$20,07 juta dan berkontri­busi sebesar 58,16 persen dari total impor. Pelabuhan Kumai menduduki posisi kedua senilai US$11,12 juta dan berkontribusi sebesar 32,22 persen,” tandasnya. (aza)