Seruyan Masih Duduki Indeks Pembangunan Manusia Terendah

PALANGKA RAYA kalteng.co – Pada Tahun 2020, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/ kota tidak terjadi perubahan yang signifikan. Urutan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah masih ditempati oleh Kabupaten Seruyan (67,58). Sedangkan urutan teratas masih ditempati oleh Kota Palangka Raya (80,77).
“Palangka Raya menjadikan Kota Palangka Raya sebagai satu-satunya kabupaten/kota dengan status capaian pembangunan manusia yang “sangat tinggi” IPM ≥ 80,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Eko Marsoro MM, belum lama ini.
Ia menambahkan, pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 65,78 tahun (Katingan) hingga 73,21 tahun (Palangka Raya). Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,75 tahun (Murung Raya) hingga 14,95 tahun (Palangka Raya), serta Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas berkisar antara 7,54 tahun (Murung Raya) hingga 11,52 tahun (Palangka Raya).
“Pengeluaran per kapita yang disesuaikan di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 8,67 juta rupiah per tahun (Sukamara) hingga 14,06 juta rupiah per tahun (Palangka Raya),” terangnya.
Ia menegaskan, laju pembangunan manusia pada Tahun 2020 sedikit mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya. Pandemi yang terjadi di Tahun 2020 ini cukup memengaruhi pembangunan manusia di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Menurunnya aktivitas ekonomi serta terjadinya sejumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) menyebabkan dimensi standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita mengalami penurunan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, Tahun 2020, IPM kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mengalami sedikit peningkatan meskipun di tahun ini Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Pada periode ini, tercatat tiga kabupaten dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu Kabupaten Gunung Mas 0,23 persen, Kabupaten Kotawaringin Timur 0,21 persen dan Kabupaten Katingan 0,19 persen.
“Kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan ini didorong oleh dimensi pengetahuan,” tutupnya. (aza)




