Pelaku Usaha Mamin Masih Ada yang Teledor

SIDAK : Pegawai BBPOM ketika melakukan pengecekan di salah satu tempat penjual kosmetik di Palangka Raya, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Meski pandemi Covid-19, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya se­lalu memantau dan mengecek makanan minuman (mamin) yang tidak kedaluwarsa, yang dijual di mall dan di toko modern.

“Itu kami lakukan karena tidak ingin masyarakat (konsumen, red) yang sudah mengalami kesusahan di saat pandemi malah bertambah susah karena membeli makanan yang sudah tidak kedaluwarsa,” ucap Kepala BBPOM di Palangka Raya, Drs Leonard Duma Apt MM saat dikun­jungi Kalteng Pos, belum lama ini.

Ia melanjutkan, sepanjang Tahun 2020 selama pihaknya melakukan pengawasan baik secara mandiri maupun bersama tim di seluruh wilayah Kalteng, pihaknya masih menemukan beberapa pelaku usaha yang melakukan pelanggaran.

“Masih ada yang melanggar, itu pun sangat minim sekali. Itu juga unsur tidak kesengajaan karena ke­teledoran mereka dan bisa dikatakan dalam kondisi aman. Artinya para pelaku usaha yang ada di Kalteng khususnya di Kota Palangka Raya sudah semakin sadar dan taat hu­kum,” katanya.

Baca Juga:  Capaian Prestasi Atlet Kalteng Harus Tetap Diapresiasi

Meski begitu, Leonard mengim­bau semua pelaku usaha agar wa­jib menjaga keamanan dan mutu mamin yang dijual beli. Selain itu, pastikan produk yang dijual memiliki izin edar, belum keda­luwarsa dan selalu menerapkan pengendalian persediaan.

“Jangan sampai produk yang keda­luwarsa masih dijual. Terapkan juga sistem, mamin yang masa keda­luwarsa paling singkat itu yang harus dijual lebih dulu,” tegasnya.

Menurut dia, BBPOM bersa­ma mitra akan selalu melakukan pengawasan setiap hari, dengan menurunkan tim yang sasarannya disesuaikan dengan analisis risiko.

Baca Juga:  Mengenal Jenis-jenis Marka Jalan Itu Penting

“Sebab tidak mungkin kami selalu melakukan pengawasan di tempat itu saja, karena di kabupaten-kabupaten lainpun perlu juga pengawasan,” ucap Leonard.

Ia menambahkan, apabila dalam pengawasan pihaknya nanti me­nemukan ada pedagang menjual mamin tidak kedaluwarsa, dan tidak ada unsur pidananya maka pihaknya akan melakukan karantina mamin kedaluarsa tersebut.

“Kami akan meminta bukti faktur retur mereka, apabila mereka tidak bisa menunjukkan faktur rektur dagangannya maka makanan mi­numan tersebut kami minta kepada pemiliknya untuk dimusnahkan, pemusnahan ini kami saksikan ber­sama,” terangnya.

Mengenai unsur tidak pidana dalam hal tersebut, ia menjelaskan, apabila pedagang dengan sengaja merubah label kedaluwarsa atau diperbaharui sendiri.

“Di situlah letak pidananya,” tandasnya. (uut/aza)