Hukum Dan Kriminal

Bobol Kantor PLN Icon Plus, Tiga Pencuri Mengaku Terhimpit Ekonomi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Bobol Kantor PLN Icon Plus, tiga pencuri mengaku terhimpit ekonomi. Pelarian pelaku terhenti usai berhasil dibekuk Jajaran Unit Resmob Satreskrim Polresta Palangka Raya atas tindak pidana pencurian.

Peristiwa pencurian itu terjadi di kantor PLN Icon Plus yang terletak di Jalan Diponegoro, Kota Palangka Raya. Tiga pelaku masing-masing berinisial KS, TW dan S berhasil dibekuk.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Ronny Mathius Nababan mengungkapkan, insiden penbobolan tersebut terjadi pada hari Minggu (12/5/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Ketiga tersangka berhasil diamankan di Jalan Tingang XXIII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya,” ungkapnya, Kamis (16/5/2024).

Dalam interogasi, mereka mengakui melakukan pencurian karena masalah perekonomian, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

https://kalteng.co

“Dari hasil interogasi, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Realme, satu unit laptop merek Lenovo, satu unit laptop merek Acer, dan satu unit laptop merek HP,” ungkap Ronny, Kamis (16/5/2024).

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Ia menjelaskan, tersangka KS memiliki ide untuk melakukan pencurian dan berperan sebagai eksekutor, sedangkan TW bertugas mengawasi situasi saat KS beraksi. Sementara itu, tersangka S berperan sebagai penjual barang hasil curian.

“Akibat perbuatannya, tersangka KS dan TW dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, sedangkan tersangka S akan dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun,” pungkasnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN 

Related Articles

Back to top button