BeritaKALTENGMETROPOLISOPINISOSOK

Dampak Karhutla bagi Atlet: Analisis Dr. Aswin Usup Soal Masa Depan Olahraga Indonesia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Di bawah langit Kalimantan Tengah yang kerap berubah warna menjadi jingga pekat saat musim kemarau, seorang pria paruh baya tampak sibuk di antara hamparan gambut yang rapuh.

Ia bukan sekadar pengamat, melainkan “pawang” ilmiah yang telah bertahun-tahun menjalin keakraban dengan api dan asap.

Beliau adalah Ir. Aswin Usup, M.Sc., Ph.D., seorang putra daerah suku Dayak yang membawa pulang ilmu dari negeri matahari terbit untuk menyelamatkan tanah kelahirannya. Namun, kali ini ia tidak hanya bicara soal ekologi, melainkan sebuah tesis mengejutkan: hubungan antara kebakaran hutan dan masa depan atlet profesional Indonesia.

Dari Hokkaido ke Jantung Gambut Kalimantan

Nama Aswin Usup di dunia akademik dan lingkungan hidup memiliki kredibilitas yang tak main-main. Lulusan Hokkaido University, Jepang, ini menyandang gelar Master of Science (M.Sc) dan Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Ilmu Lingkungan.

Meski telah mengecap pendidikan internasional, dedikasinya tetap berakar di Bumi Tambun Bungai. Sebagai Dosen Tetap Program Doktor Ilmu Lingkungan di Universitas Palangka Raya (UPR), Aswin menjadi jembatan antara riset global dan solusi lokal.

Ia bukan tipe akademisi yang hanya duduk di belakang meja; jejak langkahnya tercatat dalam berbagai proyek restorasi gambut internasional, termasuk kolaborasi strategis dengan JICA Jepang dan UNDP.

Inovasi di Ujung Jari: Pompa Tenaga Surya

Salah satu bukti nyata baktinya adalah kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Pompa Portabel Sumur Bor Tenaga Surya. Alat ini lahir dari keresahannya melihat sulitnya akses air saat pemadaman karhutla di lokasi terpencil. Inovasi ini menjadi angin segar bagi pencegahan kebakaran hutan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai Ketua DPD Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Tengah, Aswin memadukan kearifan lokal dengan teknologi mutakhir untuk menjaga ekosistem yang kian terancam.

Analisis Mengejutkan: Karhutla dan “Kematian” Karir Atlet Pro

Berbicara mengenai kebakaran hutan yang terus berulang, Aswin mengungkapkan sebuah fakta yang mungkin luput dari perhatian publik dan pembuat kebijakan. Melalui penelitian intensif bersama timnya di UPR, ditemukan korelasi antara paparan asap dengan kualitas fisik generasi muda.

“Jika suatu wilayah terpapar karhutla selama tiga tahun berturut-turut, hal itu akan mengganggu kapasitas oksigen di paru-paru secara permanen,” ungkap Aswin.

Analisis ini memiliki dampak domino yang mengerikan bagi dunia olahraga:

  1. Penurunan Kapasitas Paru-Paru: Oksigen adalah bahan bakar utama atlet. Gangguan pada fungsi paru akibat partikel halus asap (PM2.5) membuat anak-anak di daerah terpapar sulit mencapai level kebugaran atlet profesional.
  2. Lahirnya Atlet “Medioker”: Tanpa kapasitas paru yang prima, potensi lahirnya atlet lari, sepak bola, atau olahraga ketahanan lainnya dari daerah terdampak akan terkebiri sejak dini.
  3. Ancaman Generasi Emas: Karhutla bukan hanya soal pohon yang tumbang, tapi soal kualitas manusia yang “layu” sebelum berkembang.

 Menjaga Hutan, Menjaga Mimpi

Bagi Ir. Aswin Usup, memadamkan api di lahan gambut adalah upaya menyelamatkan paru-paru dunia sekaligus paru-paru calon pahlawan olahraga kita. Dedikasinya mengingatkan kita bahwa setiap hektare hutan yang terbakar membawa pergi sebagian dari oksigen yang dibutuhkan anak-anak kita untuk berlari lebih kencang dan bermimpi lebih tinggi.

Untuk melihat lebih jauh analisis mendalam dan aktivitas lapangan Ir. Aswin Usup, Anda dapat menyimak video selengkapnya melalui unggahan di Instagram resminya. (*/tur)

Related Articles

Back to top button