Hujan Guyur Hampir Seluruh Wilayah Kalteng, Kalaksa BPBPK: Itu Murni Hujan
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ahmad Toyib menyampaikan, fenomena hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi hampir di seluruh wilayah Kalteng pada Rabu (18/10/2023) siang, bukanlah hujan buatan melainkan hujan murni.
“Itu murni hujan, karena kami tidak ada melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hari ini,” ucap Ahmad Toyib kepada Kalteng.co melalui pesan Whatsapp.
Seperti di prediksikan BMKG Pusat, musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir bulan Oktober 2023.
“Itu karena awal musim hujan berkaitan dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia. Dimana saat ini Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia sehingga diprediksi bulan November akan mulai turun hujan,” imbuhnya.
Kendati di awal November memasuko musim penghujan, efek dari El Nino moderat masih akan tetap ada hingga Februari-Maret 2024.
“Berdasarkan analisis data satelit terkini, bulan Oktober ini nampaknya itensitas El Nino belum turun, bahkan di prediksi masih akan bertahan hingga tahun depan,” bebernya.
Sebelum musim kemarau benar-benar berakhir, Ahmad Toyib mewanti-wanti masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
“Masyarakat dimohon selama kondisinya masih kering, maka apapun yang tidak dibakar pun bisa terbakar. Jadi jangan mencoba-coba untuk dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mengakibatkan nyala api karena pemadamannya akan sulit untuk dilakukan,” imbaunya. (pra)




