Hukum Dan Kriminal

Korban Kapal Terbakar di DAS Barito Bertambah Satu Orang

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Korban kapal terbakar di DAS Barito bertambah satu orang. Hingga kini petugas gabungan yang terlibat Operasi SAR terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang.

Insiden terbakarnya dua unit kapal, yakni tugboat Surya 03 dan kapal dagang Setia Baru 05 itu terjadi di perairan Desa Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Senin (13/5/2024). 

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, pencarian masih dilakukan kepada  korban yang masih dinyatakan hilang.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Untuk saat ini kami memfokuskan pada tahap pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang. Masih dicari dan berharap semoga bisa segera ditemukan. Untuk hal lain masih dalam penyelidikan dan pengambangan,” ujarnya, Kamis (16/5/2024).

Ia menambahkan, saat ini masih dilakukan pencarian adalah enam korban. Sedangkan korban meninggal dunia bertambah, sebelumnya berinisial A meninggal dunia. Kemudian, korban berinisial H meninggal dunia setelah dirujuk ke Rumah Sakit di Banjarmasin.

https://kalteng.co

“Dari lima orang kru kapal setia baru 05, kapal dagang, dari tiga selamat inisial H, A dan FN. KA dan R masih belum ditemukan. Lalu, A meninggal dunia dan H juga meninggal pagi kemarin usai dibawa ke Banjarmasin. Jadi untuk kapal dagang dua meninggal dunia,” ujarnya.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Sementara itu, bahwa saat ini juga masih dilakukan pemeriksaan beberapa saksi salah satunya berinisial P selaku pandu kapal. Diketahui kapal tugboat membawa bahan mudah terbakar berupa cairan hingga tiba-tiba langsung meledak.

“Sebelumnya kapal dagang merapat dan kedua kapal berjejer. Lalu, cairan mudah terbakar itu dialihkan ke kapal dagang, namun tiba-tiba meledak. Hingga saat ini masih terus kami lakukan pendalaman,” pungkasnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button