Sempat Menghilang, Pria Ditemukan Tewas Terbakar di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebuah peristiwa mengenaskan terjadi di kawasan kebun milik warga di Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.
Seorang pria berinisial JD (51), warga Jalan Anggrek, Kereng Bangkirai, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi sebagian tubuhnya hangus terbakar, Jumat (29/8/2025) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB oleh warga dan keluarga yang melakukan pencarian setelah JD tak kunjung pulang ke rumah sejak pagi.
Ia sebelumnya pamit kepada istri untuk pergi ke kebun di kawasan Jalan Tumbang Talaken Km 54, tepatnya di lahan milik program Agro Sukses Bersama P2KP.
Kapolsek Rakumpit, Iptu Joko Susilo, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima dari pihak keluarga yang menginformasikan JD hilang setelah pergi ke kebunnya dan tidak kembali hingga malam hari.
“Istri korban awalnya menghubungi kerabat di Petuk Bukit karena korban tidak pulang sesuai rencana. Ia sempat bilang akan kembali sebelum sore,” jelas Kapolsek, Sabtu (30/8/2025).
Kekhawatiran keluarga mendorong warga sekitar ikut membantu mencari. Sekitar pukul 23.30 WIB, tubuh JD ditemukan dalam posisi tertelungkup di semak belukar yang hangus terbakar. Sebagian tubuhnya mengalami luka bakar parah.
Salah satu warga, Supriyono (30), mengaku sempat melihat asap tebal dari arah kebun korban sekitar pukul 12.00 WIB siang, namun mengira itu hanyalah aktivitas pembakaran biasa.
“Baru malamnya, sekitar pukul 22.00 malam, ada kerabat korban datang dan bilang kalau JD belum pulang. Kami langsung bantu mencari. Setelah hampir satu jam menyisir, kami temukan jasadnya di dekat semak-semak terbakar,” tutur Supriyono.
Petugas dari Polsek Rakumpit, bersama Tim Inafis Polresta Palangka Raya, segera menuju lokasi usai menerima laporan.
Di tempat kejadian, mereka menemukan sejumlah barang milik korban, seperti sepeda motor, kotak makan, dan handphone, yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.
Jasad korban dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalteng untuk keperluan visum guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan apakah korban tewas akibat terjebak api atau ada faktor lain yang menyertainya. (oiq)
EDITOR: TOPAN




