Terkena Serpihan Peluru, Jurnalis Foto Reuters Tewas di Afghanistan

Taliban Tidak Mengetahui Adanya Wartawan
Siddiqui mengatakan kepada Reuters bahwa dia terluka di lengan akibat pecahan peluru pada Jumat (16/7/2021), saat melaporkan bentrokan tersebut. Ia di rawat dan Taliban kemudian mundur dari pertempuran di Spin Boldak.
Siddiqui berbicara dengan penjaga toko ketika Taliban menyerang lagi. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen rincian pertempuran baru yang di jelaskan oleh pejabat militer Afghanistan, yang meminta untuk tidak di sebutkan namanya sebelum Kementerian Pertahanan Afghanistan membuat pernyataan.
Sementara itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Taliban tidak mengetahui adanya wartawan yang melaporkan dari lokasi yang ia gambarkan sebagai pertempuran sengit. Dan, tidak jelas bagaimana Siddiqui terbunuh.
Siddiqui adalah bagian dari tim fotografi Reuters yang memenangi Penghargaan Pulitzer 2018 untuk Fotografi Fitur karena mendokumentasikan krisis pengungsi Rohingya. Sebuah seri yang di gambarkan oleh komite juri sebagai foto-foto mengejutkan yang memaparkan dunia pada kekerasan yang di hadapi pengungsi Rohingya saat melarikan diri dari Myanmar.
33 jurnalis Tewas Di Afghanistan
Antara 2018 Dan 2021
Menjadi fotografer Reuters sejak 2010, pekerjaan Siddiqui mencakup perang di Afghanistan dan Irak. Krisis pengungsi Rohingya, protes Hongkong, dan gempa Nepal. Dalam beberapa bulan terakhir, foto-fotonya yang menggambarkan pandemi virus Korona di India telah di terbitkan di seluruh dunia.
Sebanyak 33 jurnalis tewas di Afghanistan antara 2018 dan 2021 seperti di sampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sebuah laporan tahun ini. Sepuluh wartawan tewas pada 30 April 2018.
Termasuk sembilan wartawan dan fotografer yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kabul. Dan seorang wartawan yang bekerja untuk layanan bahasa Afghanistan BBC yang di tembak di kota timur Khost.
Hari itu adalah yang paling mematikan bagi media negara itu sejak Taliban di gulingkan. Dalam kampanye yang di pimpin Amerika Serikat pada 2001. Pada 19 November 2001, wartawan Reuters Harry Burton dari Australia dan Azizullah Haidari kelahiran Afghanistan juga di bunuh.
Oleh orang-orang bersenjata yang menghentikan konvoi mereka di jalan menuju Kabul dari perbatasan Pakistan. Mereka melakukan perjalanan ke Kabul untuk meliput jatuhnya rezim Taliban.(tur)



