Kadisdik Kalteng Nilai Enam Program Prioritas Prabowo Perkuat Masa Depan Pendidikan Indonesia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui enam instruksi yang diberikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Menurut Reza, kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan guru, penguatan kompetensi tenaga pendidik, revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, penguatan karakter peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran merupakan paket kebijakan yang saling melengkapi dalam upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami di daerah menyambut sangat baik arahan Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Reza, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai, kebijakan kenaikan tunjangan bagi guru ASN maupun non-ASN merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kesejahteraan guru harus menjadi perhatian bersama. Ketika guru memperoleh dukungan yang memadai, maka mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik. Karena itu, kami mengapresiasi kebijakan pemerintah yang terus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Selain itu, Reza juga mengapresiasi program beasiswa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang disiapkan pemerintah bagi para guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik tenaga pendidik.
“Kami akan mendorong guru-guru di Kalimantan Tengah untuk memanfaatkan program ini. Peningkatan kapasitas guru merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah,” tuturnya.
Terkait program revitalisasi sekolah yang menyasar puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, Reza menilai langkah tersebut sangat penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah pedalaman dan kawasan terpencil.
“Masih terdapat sekolah yang memerlukan peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran. Program revitalisasi ini akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan mutu layanan pendidikan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Reza menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang dirancang sebagai sekolah unggulan dengan standar pendidikan yang terintegrasi dan berkualitas.
“Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi akan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan unggul. Kami berharap program ini dapat menjangkau berbagai daerah sehingga semakin banyak anak-anak Indonesia yang memperoleh layanan pendidikan terbaik,” katanya.
Mengenai program Makan Bergizi Gratis yang diintegrasikan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, Reza menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan peserta didik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Program ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan produktif sejak usia dini,” ungkapnya.
Sementara itu, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah-sekolah dinilai sebagai langkah tepat dalam mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi. Reza mengatakan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan kebutuhan yang harus terus diperkuat seiring perkembangan zaman.
“Kami mendukung penuh pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi seperti IFP dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efektif bagi peserta didik,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Reza menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh program prioritas pendidikan dapat terlaksana secara optimal di daerah.
“Kami optimistis berbagai kebijakan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan nasional. Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah siap mendukung dan mengawal implementasinya demi terwujudnya generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (pra)



