253 Pelajar Berebut Lolos Paskibraka Kotim 2026

SAMPIT,Kalteng.co – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Gedung Serbaguna Sampit, Senin (30/3). Ratusan pelajar terbaik dari berbagai sekolah ambil bagian dalam tahapan awal untuk memperebutkan kesempatan menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih, baik di tingkat kabupaten hingga nasional.
Bupati Kotim, H Halikinnor, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wim RK Benung, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah lolos tahap awal seleksi. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, kami mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang terpilih mengikuti seleksi Paskibraka 2026. Semoga dapat menjalani proses ini dengan baik dan berpeluang menjadi wakil Kotim di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses seleksi ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda. Menjadi Paskibraka, menurutnya, membutuhkan komitmen tinggi, kedisiplinan, serta semangat juang yang kuat.
“Untuk menjadi pengibar bendera terbaik, dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan sejak dini. Ini adalah proses panjang yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan,” tegasnya. Pemerintah daerah juga mengingatkan panitia pelaksana, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim, agar menjalankan proses seleksi secara objektif, transparan, dan adil.
“Kami berharap seleksi dilakukan secara ketat dan profesional, sehingga menghasilkan putra-putri terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi,” tambahnya. Lebih lanjut, bupati berharap para peserta tidak hanya berprestasi selama seleksi, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, melalui Sekretaris Kesbangpol, Eddy Hidayat, menjelaskan bahwa program Paskibraka merupakan bagian dari upaya kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. “Melalui program ini, para peserta dibina dari sisi kepemimpinan, keterampilan, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan. Tujuannya membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seleksi tahun ini diikuti sebanyak 253 peserta, terdiri dari 152 putra dan 101 putri. Mereka berasal dari 34 sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah Kotim, termasuk sekolah di lingkungan pesantren dan perkebunan sawit. Proses pendaftaran telah dibuka sejak 11 Februari 2026 melalui surat edaran ke sekolah-sekolah serta sosialisasi melalui media sosial dan penyebaran flyer.
Namun, masih terdapat empat kecamatan yang belum mengirimkan perwakilan peserta, yakni Teluk Sampit, Cempaga Hulu, Tualan Hulu, dan Bukit Santuai. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, seleksi Paskibraka Kotim tahun ini dipastikan berlangsung ketat. Pemerintah berharap dari proses ini akan lahir generasi muda unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas serta mampu membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih luas. (hms)



