Menengok Semangat UMKM di Buntok: Harapan Tumbuh Semangat Baru dari Ajang Adaro Spectapreneur 2025

DENAR, Buntok
DI bawah terik matahari Minggu pagi, halaman Stadion Batuah Kota Buntok dipenuhi semangat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejak pagi, tenda-tenda berjejer rapi menampilkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Barito Selatan (Barsel). Suasana riuh penuh antusias, berpadu dengan aktivitas warga yang berolahraga di sekitar lokasi.
Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, tampak hadir dan berbincang akrab dengan para pelaku usaha. Didampingi perwakilan PT Adaro Indonesia serta mitranya, PT Saptaindra Sejati (SIS) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), ia meninjau satu per satu lapak UMKM yang mengikuti ajang Adaro Spectapreneur 2025.
Kegiatan yang digelar pada 12 Oktober 2025 ini merupakan puncak rangkaian program pemberdayaan UMKM hasil kolaborasi antara Adaro dan para mitra, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Barsel.
“Bazar ini bukan sekadar tempat promosi produk lokal, tetapi juga wadah kolaborasi, pembelajaran, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Khristianto Yudha dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Adaro Spectapreneur 2025 bukan hanya ajang jualan, melainkan sarana untuk membangkitkan semangat kewirausahaan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, saya mengapresiasi inisiatif perusahaan bersama Kelompok AKU BARSEL yang telah memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, 16 inovator terbaik naik ke panggung menerima penghargaan sebagai Duta Inovasi Barito Selatan 2025. Mereka terpilih dari 190 peserta lomba ide dan inovasi bisnis yang digelar sejak 25 September lalu. Sebelum tampil sebagai finalis, mereka telah mengikuti proses mentoring dan workshop intensif — bukti bahwa bisnis bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga tentang kreativitas dan keberanian berinovasi.
Sementara itu, External Relations Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini menjadi bentuk kolaborasi nyata untuk menghidupkan semangat UMKM di Barsel.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu mereka naik kelas — dari usaha kecil yang bertahan, menjadi usaha yang tumbuh dan berinovasi,” ujarnya.
Rinaldo menambahkan, Adaro Spectapreneur juga memberikan 50 booth gratis bagi para pelaku UMKM lokal sebagai bentuk dukungan konkret. Langkah ini disambut baik oleh Pemkab Barsel sebagai wujud nyata kemitraan menuju perekonomian yang lebih maju dan sejahtera.
Salah satu peserta, Sri Wahyuni (33), pemilik usaha olahan pisang lokal, tampak sumringah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini. Dulu saya hanya berjualan di pasar kecil. Setelah ikut workshop, saya belajar tentang kemasan, pemasaran online, hingga membangun branding produk. Sekarang pesanan saya sudah sampai ke beberapa kota di Kalteng,” tuturnya dengan penuh semangat.
Bagi para pelaku usaha kecil seperti Sri, Adaro Spectapreneur bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga ruang untuk belajar, berbagi, dan bermimpi lebih besar.
Program ini membuktikan bahwa ketika pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan masyarakat bersatu, dampak positif yang dihasilkan bisa nyata dan berkelanjutan.
Di halaman Stadion Batuah yang penuh warna hari itu, bukan hanya produk yang dipamerkan, tetapi juga harapan, kerja keras, dan masa depan yang sedang ditenun oleh tangan-tangan kecil dengan mimpi besar. (*)
EDITOR: TOPAN



