Waspada Ijazah Palsu, Sangat Mirip Aslinya

SURABAYA,Kalteng.co– Polda Jatim membongkar praktik penjualan ijazah palsu. Dua orang di tangkap. Mereka adalah Bagus Prasetyo dan Mohamad Wardi. Keduanya sudah menjual 89 ijazah yang di bikin sendiri. Sangat mirip sekali dengan aslinya.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menjelaskan, tersangka melakukan praktik tersebut sejak dua tahun lalu. ”Mereka menawarkan jasanya melalui media sosial,” katanya, Selasa (22/6/2021).
Dari perkara itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Mulai ijazah palsu, komputer, printer, ponsel, sampai bukti pemesanan. ”Ijazah yang di palsukan dari berbagai jenjang pendidikan,” jelasnya.
Mereka di jerat UU ITE. Yakni, pasal 35 juncto 51 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008. Juga, pasal 263 dan 55 KUHP. ”Berlapis pasalnya. UU ITE ancaman hukumannya 12 tahun. Yang KUHP 6 tahun,” ucap polisi dengan tiga melati di pundak itu.
Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendi menerangkan, pihaknya mengendus bisnis ilegal itu pekan lalu. Jajarannya menemukan sebuah akun yang menawarkan jasa pembuatan ijazah saat melakukan patroli siber di Facebook.
Penjualan Ijazah Palsu Itu Cukup Sederhana
Polisi melakukan identifikasi terhadap pemilik akun. Sebab, praktik penjualannya di anggap menyalahi prosedur. ”Dari proses penyelidikan, kami temukan pemilik akun,” kata Zulham.
Bagus, pengendali akun itu, kemudian di tangkap. Warga Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, tersebut di bekuk tanpa perlawanan. ”Dalam pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku sudah menjual 83 lembar ijazah palsu,” terangnya.
Ijazah itu terdiri atas beragam jenjang pendidikan. Mulai SD, SMP, SMA, sampai strata 1 (S-1). ”Harga jualnya tidak sama. Bervariasi,” sebutnya. Ijazah SD di patok Rp 500 ribu, SMP (Rp 700 ribu), SMA (Rp 800 ribu), dan S-1 (Rp 2 juta).
Zulham mengungkapkan, penjualan ijazah palsu itu cukup sederhana. Tersangka dan peminatnya tidak harus tatap muka. ”Mereka berkomunikasi lewat telepon saja,” paparnya. Data yang di masukkan ijazah dikirim melalui e-mail. Ijazah palsu kemudian dikirimkan ke alamat pemesan via jasa ekspedisi.
Dalam menjalankan aksinya, pemuda 26 tahun itu tidak sendiri. Bagus menggandeng Wardi. Warga Bangkalan tersebut berperan mencari peminat ijazah palsu lewat media sosial. Namun, harga yang di patoknya lebih mahal daripada Bagus. ”Bisa di bilang makelar. Harganya di naikkan agar mendapat untung,” kata Zulham.
Wardi sejauh ini sudah berhasil menjual 6 lembar ijazah palsu. Perinciannya, 2 ijazah SMA dan 4 ijazah S-1. Ijazah SMA di jual dengan harga Rp 1,4 juta. Adapun harga ijazah S-1 Rp 2,5 juta. ”Kasusnya masih akan terus di kembangkan. Bisa jadi komplotannya tidak hanya dua orang,” tandasnya.




