Ekspor Non Migas Turun 16,27 Persen
PALANGKA RAYA kalteng.co – Seluruh komoditas ekspor Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada November 2020 merupakan komoditas barang non migas. Selama November 2020 nilai ekspor Provinsi Kalteng mencapai US$152,17 juta atau mengalami kenaikan 7,77 persen dibanding Oktober 2020 yang US$141,20 juta.
“Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas berupa hasil tambang 57,83 persen dan hasil industri 100,00 persen. Nilai ekspor non migas periode Januari-November 2020 mencapai US$1.634,80 juta atau turun 16,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2019,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro, Senin (4/1).
Untuk ekspor Kalteng menurut golongan barang selama November 2020, komoditas utama ekspor Kalteng adalah batu bara pada kelompok bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, bijih zircon, zinc, dan plumbum pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam, serta karet alam pada kelompok karet dan barang dari karet.
Dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor bahan bakar mineral pada November 2020 naik sebesar 45,70 persen, dari US$53,96 juta menjadi US$78,62 juta. Ekspor lemak dan minyak hewani/nabati mengalami kenaikan sebesar 50,16 persen, dari US$25,04 juta menjadi US$37,60 juta. Ekspor bijih, kerak, dan abu logam mengalami peningkatan yang cukup tajam sebesar 120,26 persen, dari US$6,91 juta menjadi US$15,22 juta. Ekspor karet dan barang dari karet juga naik sebesar 32,88 persen, dari US$8,15 juta menjadi US$10,83 juta.
“Apabila dibanding kondisi November 2019, hampir semua golongan barang pada November 2020 mengalami peningkatan, kecuali komoditas bijih, kerak, dan abu logam, karet dan barang dari karet, kayu dan barang dari kayu, serta bahan kimia anorganik,” ujarnya.
Komoditas bahan bakar mineral mengalami peningkatan nilai ekspor paling besar senilai US$25,10 juta atau naik 46,90 persen. Persentase peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor garam, belerang, kapur dengan peningkatan 336,36 persen, meskipun secara nilai hanya bertambah US$0,37 juta.
Ia menambahkan, secara kumulatif Januari-November 2020, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara dengan nilai US$1.134,94 juta dan berkontribusi sebesar 54,63 persen dari total ekspor. Sementara lemak dan minyak hewani/nabati dan bijih, kerak dan abu logam yang juga merupakan komoditas unggulan ekspor Kalteng berkontribusi 31,80 persen.
“Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor sebagian besar golongan barang mengalami penurunan, kecuali golongan bijih, kerak, dan abu logam, kayu dan barang dari kayu, ampas/sisa industri makanan, serta berbagai produk kimia. Penurunan terbesar terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang berkurang US$241,95 juta. Sedangkan kayu dan barang dari kayu bertambah US$14,07 juta,” tandasnya. (aza)




