Lurah Kalampangan Pelajari Inovasi Desa Proklim di Bali untuk Tingkatkan Program Lingkungan

BALI, Kalteng.co – Lurah Kalampangan, Yunita Martina, SH, bersama timnya melaksanakan studi banding ke sejumlah Desa Proklim (Program Kampung Iklim) di Provinsi Bali.
Kegiatan yang berlangsung pada 15–19 Januari 2025 ini bertujuan mempelajari penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan upaya adaptasi serta mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program nasional yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program ini mengajak masyarakat desa atau kelurahan untuk berperan aktif dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup.
Desa-desa Proklim di Bali dipilih sebagai tujuan studi karena dikenal sebagai percontohan nasional, berkat keberhasilannya dalam mengimplementasikan berbagai program inovatif seperti pengelolaan sampah berbasis komunitas, pertanian organik, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
Selama kunjungan, Yunita Martina dan tim berdialog langsung dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Mereka mempelajari berbagai inisiatif, seperti pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle), sistem irigasi yang ramah lingkungan, dan pemanfaatan biogas dari limbah organik.
Mereka juga mengunjungi fasilitas pendukung seperti bank sampah, kebun percontohan, dan instalasi pengolahan air limbah.
“Kami sangat terinspirasi oleh cara masyarakat desa-desa Proklim di Bali ini berkolaborasi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi pelajaran berharga yang dapat kami adaptasi untuk Kelurahan Kalampangan,” ujar Yunita Martina.
Ia menambahkan, bahwa Kelurahan Kalampangan memiliki potensi besar untuk mengembangkan program serupa. Dengan lahan yang luas dan dukungan masyarakat yang aktif, berbagai program seperti pengelolaan sampah mandiri, penghijauan, dan pelestarian sumber daya air dapat diterapkan dengan optimal.
Setelah studi banding ini, Yunita Martina berencana menggelar sosialisasi kepada masyarakat Kelurahan Kalampangan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka terhadap Program Kampung Iklim.
“Kami akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari RT, karang taruna, hingga komunitas lingkungan, agar bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan sehat,” jelasnya.
Selain itu, Yunita menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan akan mengajukan proposal kepada pemerintah daerah serta mitra terkait untuk mendapatkan dukungan program dan pendanaan.
Ia berharap studi banding ini menjadi awal bagi Kelurahan Kalampangan untuk menjadi salah satu kelurahan Proklim yang berhasil menerapkan program lingkungan hidup berkelanjutan.
“Dengan semangat dan kolaborasi dari semua pihak, mewujudkan Kalampangan sebagai kelurahan Proklim yang unggul bukanlah hal yang mustahil,” tutupnya penuh optimisme. (pra)
EDITOR : TOPAN




