DISKOMINFOSANTIK KALTENG

Bukti Komitmen Pemprov, Anggaran Pendidikan Kalteng Lampaui 20 Persen APBD

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan alokasi anggaran sektor pendidikan mencapai bahkan melampaui 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Hal ini ditegaskan oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, HM. Katma F. Dirun, yang menyebut anggaran pendidikan telah memenuhi amanat undang-undang.

“APBD Kalimantan Tengah tahun 2024 sebesar Rp 10,2 triliun. Artinya, 20 persen atau lebih dari itu wajib dialokasikan untuk pendidikan. Berdasarkan evaluasi Kemendagri, anggaran pendidikan kita mencapai 20,59 persen, sehingga sudah sesuai ketentuan,” ujar Katma, Senin (25/11/2024).

Ia juga menanggapi klaim dari sejumlah pihak yang menyebut anggaran pendidikan tidak mencapai 20 persen. “Data tersebut tidak benar. Jika tidak memenuhi mandatory spending, pasti akan ditolak oleh Kemendagri,” tegasnya.

Katma menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tidak hanya melekat pada Dinas Pendidikan, tetapi tersebar di perangkat daerah lain yang melaksanakan program pendidikan, seperti penyediaan sarana dan prasarana, serta pelatihan tenaga pendidik.

Program Pendidikan Unggulan Kalteng

Sebagai wujud konkret pemanfaatan anggaran pendidikan, Pemprov Kalteng melaksanakan berbagai program unggulan:

1. Sekolah dan Kuliah Gratis: 97.000 siswa SMA, SMK, dan SLB menikmati pendidikan gratis, sementara 10.000 mahasiswa dibiayai penuh di 32 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

2. Beasiswa TABE Berkah: 20.000 mahasiswa kurang mampu menerima bantuan sebesar Rp 7,5 juta per orang.

3. Digitalisasi Pendidikan: Pengadaan internet Starlink, papan tulis interaktif digital, dan panel surya untuk sekolah di wilayah tanpa listrik.

Gubernur H. Sugianto Sabran menekankan, program ini bertujuan menghapus kendala biaya pendidikan bagi masyarakat. “Dengan program ini, kita memastikan tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang putus sekolah atau kuliah karena biaya,” katanya.

Kesejahteraan Guru Jadi Perhatian

Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian besar pada kesejahteraan guru, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil. Tambahan penghasilan khusus sebesar Rp 3 juta diberikan kepada guru di pelosok, Rp 2 juta untuk guru di perkotaan, dan kenaikan gaji bagi guru tidak tetap menjadi Rp 3,2 juta.

Selain itu, pemerintah membangun 5.000 unit rumah guru Berkah dengan uang muka nol persen, sebagai solusi bagi guru yang belum memiliki hunian layak.

“Para guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Melalui program ini, kami ingin mereka memiliki kehidupan yang nyaman dan sejahtera,” ujar Gubernur Sugianto.

Dana BOSDA dan Infrastruktur Sekolah

Pada Jambore Pendidikan baru-baru ini, Pemprov Kalteng menyalurkan:

Dana BOSDA Rp 12,7 miliar.

63 unit panel surya senilai Rp 6,1 miliar.

Rp 3 miliar untuk akses internet melalui Starlink.

Gubernur Sugianto Sabran berharap langkah ini dapat menjadi tonggak kebangkitan pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama karena provinsi ini berbatasan dengan Ibu Kota Nusantara.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Dengan komitmen anggaran yang kuat, kita yakin mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era global,” tutupnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button