Kadis Kehutanan Kalteng Hadiri Pertemuan Pasca Penetapan Tahura Isen Mulang Sebangau Berkah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menghadiri pertemuan para pihak pasca penetapan Taman Hutan Raya (Tahura) Isen Mulang Sebangau Berkah (IMSB) yang berlangsung di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Kamis (9/10/2025).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor SK.1179/MENLHK/SET/SETJEN/PLA.2/11/2023 tanggal 6 November 2023, yang secara resmi menetapkan perubahan fungsi Kawasan Suaka Alam Sungai Sebangau menjadi Taman Hutan Raya Isen Mulang Sebangau Berkah. Kawasan tersebut mencakup wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya dengan luas sekitar 58.113 hektare.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah daerah, akademisi, mitra konservasi, serta pengelola kawasan hutan. Tujuan utamanya adalah menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pengelolaan Tahura, baik dari sisi kelembagaan, perlindungan ekosistem, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Dalam sambutannya, Agustan Saining menyampaikan bahwa penetapan Tahura IMSB merupakan capaian penting dan strategis bagi Kalimantan Tengah dalam menjaga keseimbangan antara konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
“Penetapan Tahura Isen Mulang Sebangau Berkah menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian ekosistem sekaligus membuka ruang bagi penelitian, edukasi, serta pariwisata berbasis lingkungan,” ujar Agustan.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan Tahura harus di lakukan dengan prinsip kolaborasi lintas sektor, agar manfaatnya tidak hanya terbatas pada pelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap Tahura ini dapat menjadi model pengelolaan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha. Dengan begitu, manfaatnya bisa d irasakan secara nyata dari sisi ekologi, sosial, maupun ekonomi lokal,” tambahnya.
Melalui pertemuan tersebut, para peserta sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam penyusunan rencana pengelolaan jangka panjang Tahura IMSB, termasuk pengembangan potensi riset, ekowisata, dan program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini di harapkan dapat memperkuat peran Kalimantan Tengah sebagai provinsi berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. (pra)
EDITOR: TOPAN




