Kadis Lingkungan Hidup Kalteng: Konservasi Harus Jadi Gerakan Bersama untuk Masa Depan Bumi Tambun Bungai

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, SE., S.Hut., MM., menegaskan bahwa konservasi lingkungan hidup harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial atau tanggung jawab instansi tertentu.
Menurut Joni, tantangan terbesar dalam menjaga kelestarian alam saat ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi perubahan perilaku manusia terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, konservasi harus dimaknai sebagai gerakan sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat.
“Konservasi bukan sekadar menanam pohon atau membersihkan sungai, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang sehat adalah fondasi kehidupan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat program-program yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan berkelanjutan, di antaranya pengurangan sampah plastik, pemulihan kawasan kritis, serta peningkatan kualitas udara dan air.
Kita Ingin Membangun Budaya Hijau Di Setiap Sektor
“Kami terus mendorong masyarakat, pelajar, komunitas, dan dunia usaha untuk menjadi bagian dari solusi. Semua pihak harus berperan aktif agar Kalimantan Tengah tidak hanya berkembang secara ekonomi, tapi juga lestari secara ekologis,” terang Joni.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencapai keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian. DLH Kalteng juga menggandeng perguruan tinggi, organisasi lingkungan, serta dunia usaha dalam program Green Partnership untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan.
“Kita ingin membangun budaya hijau di setiap sektor. Baik di pemerintahan, sekolah, perusahaan, maupun rumah tangga. Jika semua bergerak bersama, hasilnya akan terasa nyata,” tambahnya.
Joni juga mengingatkan pentingnya melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak konservasi. Menurutnya, semangat dan kreativitas anak muda dapat menjadi energi besar dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
“Generasi muda hari ini adalah penentu arah masa depan bumi. Mereka harus tumbuh dengan kesadaran ekologis yang kuat, karena dari tangan mereka masa depan Kalimantan Tengah akan dijaga,” tuturnya.
Selebihnya, Joni mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan konservasi sebagai gaya hidup, bukan hanya kegiatan sesaat. Ia berharap upaya kecil yang dilakukan setiap individu dapat menjadi langkah besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup di Kalimantan Tengah.
“Mari kita rawat bumi kita bersama. Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya. (pra)
EDITOR: TOPAN




