
PALANGKA RAYA, Kalteng.co -Awal tahun 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah menetapkan status darurat pandemi Covid-19. Kemudian disusul dengan status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal musim kemarau. Dua status darurat bencana ini belum dicabut, ditetapkan lagi status darurat bencana banjir. Sehingga ada tiga status darurat bencana di Kalteng.
Meski demikian, status darurat bencana banjir hanya berlangsung selama 12 hari, lalu dicabut. Begitupun dengan status darurat karhutla. Pada 4 November lalu, status darurat karhutla dicabut oleh Pemprov Kalteng. Saat ini status darurat bencana di Kalteng hanya pandemi Covid-19.
Hal ini diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Darliansjah. Dicabutnya status darurat karhutla itu mempertimbangkan saat ini telah masuk musim hujan untuk wilayah Kalteng. Dengan demikan tidak ada alasan untuk melakukan perpanjangan status darurat.
“Betul, per 4 November lalu sudah dicabut dan saat ini statusnya sudah normal,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (17/11).
Diungkapkannya, beberapa waktu lalu juga dilaksanakan evaluasi terhadap penanganan karhutla di Banjarmasin. Enam provinsi yang menjadi langganan terjadinya karhutla, tahun ini dinilai sudah membaik penanganannya. Memang, lanjut dia, penanganan karhutla di Kalteng pada 2020 ini juga dipengaruhi oleh cuaca kemarau basah.
“Namun kondisi kemarau basah pun apabila tidak dikelola dengan baik maka karhutla juga tidak dapat dikendalikan,” ungkapnya kepada Kalteng Pos.
Saat pencabutan status beberapa waktu lalu, memang masih ada sejumlah hotspot yang terdeteksi, tapi persentasenya sangat sedikit. Artinya, hostspot tersebut tidak berpotensi menjadi firespot, apalagi didukung adanya hujan yang sering turun.
“Sementara untuk bencana banjir, saat ini yang masih berstatus darurat hanya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saja. Kabupaten lainnya sudah mencabut status darurat banjir,” tegasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong kabupaten se-Kalteng untuk terus melakukan upaya pencegahan dan mitigasi terhadap ancaman bencana banjir selama berlangsungnya musim hujan tahun ini. (abw/ce/ala)



