Sri Neni Trianawati: UMKM dan Industri Rumahan Harus Terus Didorong untuk Berkembang

.
MUARA TEWEH, Kalteng.co – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta industri rumahan.
Menurutnya, peran industri lokal sangat vital dalam menciptakan kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga di tengah dinamika perekonomian saat ini.
Sri Neni menjelaskan, bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat daerah, terutama di kabupaten seperti Barito Utara yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari kegiatan usaha kecil, pertanian, kerajinan, hingga industri rumah tangga.
“UMKM dan industri rumahan adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Maka sudah sepatutnya kita dorong terus perkembangannya melalui kebijakan yang berpihak dan dukungan yang konkret dari pemerintah daerah,” ujarnya, Kamis (10/04/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, serta lembaga keuangan dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri lokal. Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini bukan hanya pada akses permodalan, tetapi juga pada aspek pemasaran, digitalisasi usaha, serta keterbatasan pelatihan dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“Sebagai wakil rakyat, kami terus mendorong agar ada intervensi nyata dari dinas terkait untuk memperluas pelatihan kewirausahaan, penguatan produk lokal, hingga fasilitasi pameran-pameran agar produk UMKM kita lebih dikenal dan memiliki daya saing,” kata politisi perempuan dari fraksi Partai Golkar tersebut.
Tak hanya itu, Sri Neni juga berharap agar program-program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa atau APBD dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan industri lokal. Dengan adanya pengolahan hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk kerajinan lokal secara terpadu, maka nilai tambah ekonomi dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.
Ia pun mencontohkan sejumlah desa di Barito Utara yang mulai berhasil mengembangkan industri rumahan berbasis kearifan lokal, seperti pengolahan makanan tradisional, anyaman rotan, serta produk herbal yang memiliki potensi pasar tinggi jika dikelola secara profesional.
“Kita jangan hanya berpikir menjual bahan mentah. Kita harus mendorong hilirisasi produk lokal. Misalnya dari hasil tani, bisa kita olah jadi makanan ringan atau kemasan siap jual. Dari rotan, bisa kita buat kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Ini semua butuh dukungan dan perhatian bersama,” tegas Sri Neni.
Ke depan, ia berharap semangat membangun ekonomi dari desa melalui UMKM dan industri rumahan bisa menjadi gerakan bersama lintas sektor. Ia juga mendorong generasi muda agar tidak malu berkarya dan berwirausaha di daerah sendiri. Dengan begitu, ketergantungan pada sektor formal dan kota besar bisa ditekan, sementara potensi lokal bisa terus dikembangkan.
“Kalau kita bisa menggerakkan roda ekonomi dari bawah, dari rumah-rumah warga, maka kita telah menciptakan kemandirian ekonomi yang sesungguhnya. Inilah wajah pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial,” tutupnya. (pra)
EDITOR : TOPAN



